Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Khalikin Noor meminta maaf setelah video diduga penggunaan sabu viral, sementara Polda Kalsel mulai melakukan penyelidikan dan tes urine disebut akan dilakukan.
BANJARBARU – Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Khalikin Noor menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat setelah video yang diduga memperlihatkan dirinya menggunakan narkotika jenis sabu viral di media sosial. Ia mengakui sosok dalam rekaman itu adalah dirinya, tetapi menyebut video tersebut merupakan rekaman lama yang dibuat sekitar 2024.
Khalikin mengatakan, beredarnya video itu telah menimbulkan kegaduhan dan persepsi negatif di tengah masyarakat. Pernyataan itu disampaikan setelah video berdurasi 40 detik yang diunggah akun Instagram @infocerewet_kalsel ramai menjadi sorotan publik, sebagaimana diberitakan Pojokbanua, Selasa (12/05/2026).
“Sepertinya video itu diambil dua tahun lalu,” ujar Khalikin, Selasa (12/05/2026).
Menurut Khalikin, video tersebut sebelumnya tidak pernah ia perkirakan akan tersebar luas. Ia menyatakan menyesal atas dampak yang muncul setelah rekaman itu viral. “Video itu tidak pernah saya perkirakan akan tersebar luas hingga memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” sambungnya.
Khalikin juga menyatakan siap mengikuti aturan yang berlaku apabila ada tindak lanjut atau konsekuensi dari persoalan tersebut.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Insyaallah siap mengikuti aturan yang berlaku, termasuk apabila ada tindak lanjut maupun konsekuensi yang harus kami terima,” ucapnya.
Video yang beredar sebelumnya menampilkan dua pria yang diduga sedang menggunakan narkotika jenis sabu. Unggahan itu disertai narasi “Tim Ahli Gubernur Kalsel Sedang Asyik Nyabu” hingga memicu perhatian publik.
Tenaga Ahli Gubernur Kalsel lainnya, Muhammad Amin, memilih tidak banyak berkomentar saat dimintai tanggapan. Ia menyebut persoalan tersebut bersifat pribadi.
“Ini personal, jadi kami sementara no comment,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Syarifuddin mengaku belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh karena masih menunggu kepastian informasi. Saat ditanya kemungkinan adanya evaluasi, ia hanya menjawab singkat.
“Mungkin,” cetusnya.
Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel memastikan telah melakukan penyelidikan terhadap video viral tersebut. Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kalsel Adam Erwindi mengatakan, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel telah mengambil langkah awal untuk mendalami kasus itu.
“Polda Kalsel sudah mengambil langkah-langkah penyelidikan terkait video viral tersebut,” tegas Adam.
Adam juga menyebut Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel Hasnuryadi Sulaiman telah meminta agar dilakukan tes urine terhadap oknum dalam video tersebut. Langkah itu diharapkan dapat memperjelas duduk perkara sekaligus menjadi dasar tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan