Rencana pelebaran jalan Baru Tengah–Kampung Baru Ujung menunggu proses pengukuran lahan oleh BPN sebelum diarahkan masuk dalam penganggaran pembangunan.
BALIKPAPAN – Rencana pelebaran jalan yang menghubungkan Baru Tengah dengan Kampung Baru Ujung di Kecamatan Balikpapan Barat mulai didorong sebagai bagian dari peningkatan konektivitas kawasan. Realisasi proyek tersebut kini menunggu penyelesaian pengukuran lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebelum dapat diarahkan masuk dalam penganggaran pembangunan.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Baharuddin Daeng Lalla mengatakan, pelebaran ruas jalan menjadi salah satu infrastruktur yang tengah diperjuangkan untuk menunjang akses masyarakat di kawasan Balikpapan Barat.
“Yang kami kejar saat ini itu adalah peningkatan pelebaran jalan, dari Baru Tengah langsung ke Kampung Baru Ujung. Cuma persoalan sekarang lagi ditangani oleh BPN, pengukuran masalah tanahnya,” kata Baharuddin di Gedung DPRD Balikpapan, Rabu (30/09/2026).
Menurut Baharuddin, proses pengukuran dan penyelesaian persoalan lahan menjadi tahapan penting sebelum rencana pelebaran jalan dapat dilanjutkan ke proses penganggaran. Infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan akses antarkawasan sekaligus mendukung penataan wilayah Balikpapan Barat.
Selain rencana pelebaran jalan, pembangunan trotoar di kawasan tersebut masih berlangsung. Baharuddin meminta pengerjaan fasilitas pejalan kaki dapat diselesaikan sesuai jadwal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
“Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Karena itu memang fasilitas umum,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar trotoar yang telah selesai dibangun tetap digunakan sesuai fungsinya sebagai fasilitas bagi pejalan kaki. Pemanfaatan trotoar maupun bahu jalan untuk kegiatan yang menghambat fungsi fasilitas umum dinilai dapat mengurangi kenyamanan dan mengganggu penataan kawasan.
“Kalau itu sudah selesai dibangun, ya jangan juga dipakai jualan dan lain sebagainya. Termasuk di bahu jalan supaya tidak merusak estetika kota,” tegasnya.
Baharuddin menekankan bahwa pembangunan infrastruktur publik menggunakan anggaran daerah yang salah satu sumbernya berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, fasilitas yang telah dibangun perlu dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
“Ini anggaran daerah yang tentunya bersumber dari pajak-pajak masyarakat, tentunya harus kita nikmati bersama. Karena ini kan salah satu pembangunan yang ada di Belakang Barat,” pungkasnya.
Dengan penyelesaian pengukuran lahan sebagai tahapan awal, rencana pelebaran jalan Baru Tengah–Kampung Baru Ujung diharapkan dapat berlanjut ke tahap perencanaan dan penganggaran. Bersamaan dengan penataan trotoar, peningkatan konektivitas tersebut diharapkan memperbaiki aksesibilitas sekaligus kualitas fasilitas umum di Balikpapan Barat. []
Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan