Trump Sebut Dunia Tak Ingin Perang Besar dengan Iran

Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat dan Iran akan membuka negosiasi baru setelah rencana serangan militer terhadap Teheran ditunda.

WASHINGTON D.C – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang dimulainya kembali jalur diplomasi dengan Iran setelah rencana serangan besar terhadap negara tersebut ditunda. Trump menyebut pembicaraan baru kedua negara akan dimulai pada Senin (3/8) untuk membahas sejumlah isu strategis, termasuk keamanan kawasan Timur Tengah dan program nuklir Iran.

Trump menyampaikan rencana negosiasi tersebut kepada awak media saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan menuju Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland. Pernyataan itu muncul ketika hubungan Washington dan Teheran kembali memanas setelah rangkaian konflik bersenjata dalam beberapa pekan terakhir.

“Jelas, mereka tak ingin diserang. Mereka tahu skala serangan karena mereka melihatnya,” kata Trump, dikutip AFP.

Trump mengatakan keputusan menunda serangan dilakukan setelah berdiskusi dengan sejumlah negara di kawasan, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran. Menurut dia, negara-negara tersebut tidak menginginkan eskalasi militer yang lebih luas.

“Mereka tak menginginkannya, dan terus terang, Arab Saudi juga tak menginginkannya,” imbuh Trump sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (03/08/2026).

Dalam rencana perundingan tersebut, Trump menyebut pembahasan kemungkinan mencakup isu Selat Hormuz serta penghentian pengembangan kemampuan nuklir Iran. Ia mengatakan penyelesaian persoalan nuklir menjadi salah satu tujuan utama dalam proses negosiasi.

“Berkaitan dengan Selat Hormuz dan pada akhirnya juga denuklirisasi,” ujar Trump.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya meningkat akibat konflik yang melibatkan kedua negara serta sekutunya di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat bersama Israel menargetkan program nuklir Iran, sementara Teheran memberikan respons dengan melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan fasilitas Amerika Serikat di kawasan.

Situasi tersebut sempat mereda setelah kedua pihak mencapai kesepakatan penghentian pertempuran pada April dan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu. Namun, konflik kembali meningkat pada Juni setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait penghentian pertempuran.

Perkembangan terbaru ini menempatkan jalur diplomasi sebagai upaya baru untuk mencegah konflik meluas. Negosiasi yang akan berlangsung menjadi penentu bagi hubungan Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait stabilitas kawasan serta isu nuklir Iran. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com