Pemkot Palangka Raya memasang papan larangan di empat titik Pelabuhan Rambang setelah seorang anak tenggelam, menyusul munculnya gosong akibat surutnya Sungai Kahayan yang tetap menyimpan risiko kedalaman dan arus berbahaya.
PALANGKA RAYA – Insiden tenggelamnya seorang anak di kawasan Pelabuhan Rambang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya memperketat langkah pencegahan di tepian Sungai Kahayan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya bersama Kecamatan Pahandut memasang papan imbauan dan larangan di empat titik untuk mencegah warga, terutama anak-anak, bermain dan berenang di kawasan sungai yang tengah surut.
Pemasangan peringatan dilakukan setelah penyusutan permukaan Sungai Kahayan memunculkan gosong atau daratan di sekitar Pelabuhan Rambang. Daratan tersebut kerap menarik warga untuk memancing maupun bermain, padahal kondisi dasar sungai tidak merata dan arus air tetap berpotensi membahayakan.
Risiko keselamatan menjadi perhatian setelah seorang anak dilaporkan tenggelam saat bermain bersama sejumlah rekannya di kawasan Pelabuhan Rambang, Minggu (09/08/2026). Peristiwa itu menjadi alasan pengawasan dan peringatan terhadap aktivitas masyarakat di tepian sungai diperkuat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Palangka Raya Berlianto mengingatkan, kemunculan daratan akibat surutnya air tidak dapat dijadikan indikator bahwa kawasan tersebut aman untuk aktivitas berenang.
“Jangan karena melihat air surut dan ada daratan yang muncul kemudian menganggap aman untuk berenang. Kondisi kedalaman air tidak merata dan arus sungai tetap harus diwaspadai,” kata Berlianto, sebagaimana dilansir Media center Kota Palangka Raya, Selasa, (11/08/2026).
Menurutnya, bagian sungai yang terlihat dangkal dari permukaan belum tentu memiliki kedalaman yang sama di titik lain. Kondisi tersebut berisiko mengecoh masyarakat, terutama anak-anak dan remaja yang tertarik bermain di gosong yang muncul ketika permukaan air menurun.
Selain memasang papan larangan, Satpol PP Kota Palangka Raya meminta masyarakat mematuhi peringatan yang telah ditempatkan di kawasan Pelabuhan Rambang. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar Sungai Kahayan.
“Kepada para orang tua kami imbau unruk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar tepian sungai. Utamakan keselamatan. Jangan sampai kejadian yang sama kembali terulang,” pungkasnya.
Pemasangan peringatan di empat titik diharapkan dapat menekan aktivitas berisiko di kawasan Pelabuhan Rambang selama kondisi Sungai Kahayan surut. Kesadaran warga dan pengawasan orang tua menjadi bagian penting untuk mencegah kembali terjadinya kecelakaan di kawasan tepian sungai tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan