Puluhan siswa SMKN 1 Amuntai mengalami gejala mual dan pusing usai konsumsi makanan di sekolah, mayoritas telah dipulangkan setelah mendapat perawatan.
HULU SUNGAI UTARA – Kepanikan melanda keluarga siswa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ketika puluhan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Amuntai dilarikan ke Rumah Sakit Mulia Amuntai, Kamis (23/04/2026), akibat mengalami gejala mual, muntah, dan pusing yang diduga terkait konsumsi makanan di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, saat para siswa mulai berdatangan ke Rumah Sakit Mulia Amuntai yang berlokasi di kawasan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah. Kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sejumlah ruang perawatan dipenuhi pelajar yang mendapat penanganan medis, sementara orang tua tampak cemas menunggu perkembangan kondisi anak mereka.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar siswa mengalami gejala serupa, yakni mual dan pusing. Dugaan sementara mengarah pada konsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah sebelum para siswa merasakan keluhan kesehatan.
Salah satu orang tua siswa, Amat, mengaku terkejut saat mendapat kabar anaknya dirawat di rumah sakit. “ Saya tadi siang ditelepon bahwa anak saya masuk rumah sakit di Kebun Sari. Mendengar masuk rumah sakit saya langsung kaget. Saya langsung buru-buru bergegas”, ujarnya sebagaimana diwartakan Kalimantan Post, Kamis (23/04/2026).
Ia menambahkan, anaknya yang duduk di kelas XI mulai merasakan gejala tak lama setelah mengonsumsi makanan di sekolah. “Saat ini Alhamdulillah sudah berkurang setelah ditangani di rumah sakit”, lanjutnya.
Hal serupa disampaikan Ivan, orang tua siswa lainnya, yang awalnya mengira hanya beberapa siswa yang terdampak. “ saya pikir lima orang. Ternyata lima yang ada di kelasnya. Belum lagi yang dikelas lain juga dibawa ke rumah sakit”, ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, kondisi para siswa berangsur membaik. Hingga pukul 21.00 WITA, sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah mendapat penanganan medis. Dari sekitar puluhan siswa yang sempat dirawat, hanya tersisa tiga orang yang masih menjalani perawatan lanjutan, namun dilaporkan dalam kondisi membaik.
“Ini katanya sisa tiga orang masih mendapatkan perawatan. Tadi mungkin sekitar 50 orang sudah diperbolehkan pulang. Anak saya perempuan kelas 10 di SMKN 1 Amuntai,” ujar salah satu warga yang menunggu di rumah sakit.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan otoritas terkait untuk memastikan keamanan konsumsi makanan di lingkungan pendidikan, serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan