Meningkatnya kunjungan wisatawan mendorong Pemkab Berau memperkuat pengelolaan sampah melalui TPS3R serta mengajak perusahaan dan masyarakat terlibat menjaga kebersihan kawasan destinasi.
BERAU – Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau mendorong perlunya penguatan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, terutama di kawasan destinasi serta jalur akses menuju objek wisata. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sekaligus keterlibatan dunia usaha agar perkembangan pariwisata tetap berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
Bupati Berau Sri Juniarsih menilai kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata. Karena itu, penanganan sampah tidak cukup hanya dilakukan di kawasan pulau atau titik destinasi, tetapi perlu menjangkau jalur yang dilalui wisatawan menuju lokasi wisata.
Penguatan TPS3R menjadi salah satu langkah yang dinilai perlu dioptimalkan. Sistem tersebut diharapkan mampu mendukung pengurangan, penggunaan kembali, dan pengolahan sampah secara lebih terarah sehingga persoalan sampah di kawasan wisata tidak berkembang seiring peningkatan aktivitas pariwisata.
Sri Juniarsih menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Ruang Pertemuan Hotel Mercure, Kamis (6/8/2026), sebagaimana diwartakan Media Center, Kamis, (06/08/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh pihak sesuai perannya masing-masing.
“Jadilah pionir dan teladan dalam menjaga lingkungan di sekitar kita,” ajaknya.
Menurut Sri Juniarsih, tindakan sederhana dalam menjaga kebersihan dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Kesadaran individu dinilai menjadi fondasi untuk membangun budaya menjaga lingkungan di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah juga mendorong dunia usaha memperbesar kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) maupun bentuk dukungan lainnya. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Perusahaan tidak hanya diharapkan berkontribusi di sekitar wilayah operasionalnya, tetapi juga dapat terlibat dalam program pelestarian lingkungan di kawasan lain yang membutuhkan dukungan.
Selain memperkuat pengelolaan sampah, Sri Juniarsih mendorong agar peringatan Hari Lingkungan Hidup pada tahun-tahun mendatang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut dinilai perlu diikuti aksi konkret seperti membersihkan lingkungan dan menanam pohon.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas dampak peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus membangun kesadaran masyarakat bahwa pelestarian lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya pada momentum tertentu.
“Jangan lupa menjaga kebersihan sungai dan lingkungan di sekitar kita. Mari kita mulai dari lingkungan sendiri agar kampung halaman kita menjadi tempat yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya aktivitas pariwisata, penguatan TPS3R, keterlibatan perusahaan melalui CSR, serta partisipasi masyarakat diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan Berau sekaligus mempertahankan daya tarik destinasi wisata secara berkelanjutan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan