Nakhoda menepikan kapal dan mengevakuasi 26 penumpang setelah api yang diduga berasal dari genset membesar dan menghanguskan kapal rute Tanjung Selor-Tarakan.
BULUNGAN – Sebanyak 26 penumpang, termasuk dua anak dan seorang balita, berhasil dievakuasi dengan selamat saat kapal cepat Sekatak AAA Kaltara terbakar di perairan Desa Salim Batu, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (06/08/2026). Nakhoda memilih menepikan kapal setelah upaya awak memadamkan api yang diduga berasal dari genset tidak berhasil.
Kapal cepat reguler yang melayani rute Tanjung Selor-Tarakan itu memiliki kapasitas 76 penumpang dan dilengkapi empat mesin, masing-masing berkekuatan 250 tenaga kuda. Saat kejadian, kapal hanya membawa 26 penumpang.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Bulungan Hadi Purnomo memastikan seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut.
“Seluruh penumpang selamat, tidak ada korban dalam kejadian tersebut,” ujarnya sebagaimana dilansir Kompas, Jumat, (07/08/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.15 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Kapal yang dinakhodai AS bertolak dari Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, menuju Pelabuhan Tengkayu di Kota Tarakan.
Ketika kapal melintasi perairan Salim Batu, seorang anak buah kapal (ABK) mengetahui dua unit televisi dan empat unit pendingin udara tiba-tiba mati. ABK kemudian memeriksa sakelar listrik di bagian belakang kapal, tetapi tidak menemukan gangguan.
Pemeriksaan selanjutnya diarahkan ke genset yang berada di atas kapal. Saat itulah awak menemukan api.
“Mereka pun mencoba mengecek mesin genset di atas speed boat. Ternyata muncul nyala api,” tutur Hadi.
Mengetahui adanya api, ABK langsung meminta tiga awak lainnya mengambil empat unit alat pemadam api ringan (APAR). Upaya pemadaman dilakukan dengan menyemprotkan APAR ke sumber api di sekitar genset, tetapi kobaran justru semakin membesar dan tidak berhasil dikuasai.
Dalam kondisi tersebut, keselamatan penumpang menjadi prioritas. Nakhoda memutuskan membawa kapal ke tepian agar proses evakuasi dapat segera dilakukan.
“Motoris mengambil inisiatif menepi dan melakukan evakuasi penumpang,” imbuhnya.
Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke kapal cepat lain. Evakuasi berlangsung tanpa korban meski api terus membesar hingga membakar seluruh bagian kapal.
Rekaman kebakaran kapal tersebut selanjutnya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, api terlihat menghanguskan badan kapal di tengah perairan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga sumber kebakaran berasal dari salah satu genset di kapal dan kemudian merambat ke genset lainnya.
“Penyebab kebakaran diduga berasal dari genset merek Silent (Solar) warna hijau 8.000 watt dan merembet ke genset merek Ryu (Bensin) warna hijau 7.500 wat,’’ jelas Hadi.
Keberhasilan mengevakuasi seluruh penumpang dalam peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan cepat ketika terjadi keadaan darurat di atas kapal. Insiden ini juga menjadi perhatian terhadap kesiapan peralatan keselamatan dan kondisi perangkat kelistrikan kapal angkutan penumpang agar risiko kejadian serupa dapat diminimalkan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan