Sekitar 300 pelajar SMA di Paser mengikuti FLS3N 2026 sebagai ajang pengembangan kreativitas dan seleksi menuju tingkat provinsi hingga nasional.
PASER – Seleksi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Paser sukses digelar dengan melibatkan sekitar 300 peserta didik. Kegiatan yang dipusatkan di Aula SMA Negeri (SMAN) 1 Tanah Grogot pada Senin (27/04/2026) ini menjadi ajang pengembangan kreativitas pelajar di bidang seni, sastra, hingga jurnalistik.
Dalam ajang tersebut, berbagai cabang lomba dipertandingkan, antara lain cipta cerpen, cipta puisi, monolog, film pendek, kriya, komik digital, musik tradisional, hingga cabang seni lainnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi tahap seleksi untuk menentukan perwakilan yang akan melaju ke tingkat provinsi dan selanjutnya ke tingkat nasional.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Kabupaten Paser, Suwanto, mengatakan FLS3N bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi juga ruang ekspresi bagi peserta didik untuk menampilkan karya terbaiknya. “Melalui kegiatan ini, bukan hanya ajang rutin tahunan , melainkan sebagai ajang mengasah kreatifitas dan kesempatan peserta didik untuk unjuk karya baik itu di bidang seni, sastra, dan jurnalistik”, ungkap Suwanto.

Ia menegaskan, pelaksanaan FLS3N tahun ini mengedepankan netralitas dan profesionalitas dalam penilaian. Proses penjurian dilakukan oleh pihak yang kompeten di bidangnya, termasuk dari kalangan Dewan Kesenian Kabupaten Paser, budayawan, dan seniman. “Penilaian juara dilakukan sentral oleh juri yang kompeten di bidang masing-masing. Beberapa kita ambil dari dewan kesenian kabupaten Paser, budayawan, dan seniman di kabupaten Paser. Sehingga saya minta tidak ada lagi yang meragukan keahlian juri. Serahkan sepenuhnya ke juri,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh juri yang dilibatkan bukan berasal dari guru SMA, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), guna menjaga objektivitas penilaian. “Kami ambil juri profesional dari luar agar netralitas lomba terjaga. Lewat ajang ini, kami harap peserta makin mengenal dan bangga dengan karyanya sendiri,” imbuhnya.
Suwanto menambahkan, peserta yang berhasil meraih juara di tingkat kabupaten akan melanjutkan ke seleksi tingkat provinsi. Selanjutnya, pemenang tingkat provinsi akan mewakili daerah pada ajang nasional.
Pada pelaksanaan tahun ini, cabang lomba jurnalistik turut diperkenalkan sebagai upaya mendorong minat pelajar di bidang kewartawanan. “Kedepan, jika meraka bercita-cita menjadi jurnalis, melalui ajang ini mereka sudah terfasilitasi”, tambahnya.
Ia berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dalam berkompetisi, baik saat meraih kemenangan maupun ketika belum berhasil. “Karena yang terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana proses mereka belajar sehingga dapat menyelami kreativitas masing-masing”, pungkasnya. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan