Sebanyak 477 siswa akan bertahap menempati kampus SMA Taruna Nusantara IKN mulai Juli 2026 setelah kedatangan 109 pamong dan rampungnya fasilitas pendidikan tahap pertama.
NUSANTARA – Sebanyak 477 siswa dan 109 pamong akan bertahap menempati kampus Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Nusantara (TN) Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai Juli 2026, menandai dimulainya operasional sekolah berasrama tersebut pada tahun ajaran 2026/2027.
Dari keseluruhan siswa, sebanyak 237 pelajar yang akan naik ke kelas XI dijadwalkan tiba di IKN pada 9 Juli 2026. Sementara itu, 240 siswa baru kelas X akan bergabung pada awal Oktober 2026 setelah menjalani Pendidikan Dasar Kedisiplinan (PDK) selama tiga bulan di Magelang.
Persiapan operasional kampus memasuki tahap penting setelah seluruh pamong administrasi tiba di Nusantara pada Selasa (23/06/2026). Sebagian personel datang melalui jalur udara sejak 21 Juni 2026, sedangkan rombongan lain tiba melalui jalur laut bersama kendaraan, material, dan perlengkapan sekolah.
Kepala Sekolah SMA TN IKN Rudi Setiawan menjelaskan, pamong merupakan sebutan bagi tenaga pendidik, pengasuh, dan personel pendukung yang menjalankan proses pembelajaran, pembinaan karakter, serta operasional sekolah berasrama. Keterangan tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan Otorita IKN, Selasa, (23/06/2026).
“Pamong administrasi sudah tiba di IKN. Sebagian datang melalui jalur udara sejak 21 Juni, sementara yang menggunakan jalur laut bersama material, kendaraan operasional dan perlengkapan sekolah tiba hari ini. Saat ini seluruh pamong administrasi sudah berada di IKN,” ujarnya.
SMA TN IKN memiliki 72 pamong administrasi serta 37 pamong pengajar dan pengasuh. Para pamong pengajar dan pengasuh masih mengikuti pembekalan serta pelatihan di Magelang dan dijadwalkan tiba di IKN pada 25 Juni 2026.
Sebanyak 237 siswa kelas XI merupakan angkatan pertama SMA TN IKN. Mereka sebelumnya menjalani pendidikan di kampus Magelang karena pembangunan kampus IKN belum selesai ketika kegiatan belajar dimulai.
“Ketika sekolah ini mulai menerima siswa, bangunannya masih dalam proses pembangunan sehingga para siswa menjalani pendidikan terlebih dahulu di Magelang. Tahun ini mereka akan naik ke kelas XI dan mulai menempati kampus di IKN,” kata Rudi.
SMA TN IKN menerapkan sistem sekolah berasrama dengan beasiswa penuh. Siswa yang dinyatakan lolos memperoleh fasilitas pendidikan dan pembinaan tanpa dipungut biaya setelah melalui proses seleksi untuk menjaring pelajar terbaik dari seluruh provinsi.
Pembangunan kampus dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah selesai 100 persen pada Maret 2026 dengan fasilitas berupa ruang kelas, laboratorium, gedung utama atau main hall, serta graha atau asrama siswa dan siswi.
Fasilitas tahap pertama diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dua angkatan yang akan menempati kampus pada tahun ini.
“Karena saat ini sekolah baru akan menampung dua angkatan, fasilitas yang ada kami maksimalkan terlebih dahulu untuk mendukung proses belajar mengajar,” ujarnya.
Pembangunan tahap kedua masih berlangsung dengan sasaran penyediaan rumah dinas kepala sekolah dan pamong, graha putra, lapangan upacara, poliklinik, fasilitas binatu atau laundry, garasi kendaraan, serta tempat pembuangan sampah.
“Pembangunan tahap kedua kami targetkan selesai sekitar Oktober atau November tahun ini,” kata Rudi.
Tahap ketiga akan mencakup pembangunan Balairung Pancasila, pusat olahraga terpadu atau sport center, lapangan sepak bola dengan lintasan atletik, kolam renang, lapangan voli, serta lapangan tenis.
Fasilitas olahraga dalam ruangan atau indoor juga akan dilengkapi lapangan bola basket, bulu tangkis, dan pusat kebugaran atau gym. Selain itu, pihak sekolah merencanakan pembangunan masjid dan gereja sebagai sarana peribadatan.
“Kami mengupayakan seluruh pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN dapat selesai pada tahun 2027,” ujarnya.
Kampus IKN menjadi salah satu dari tiga kampus baru SMA TN yang dibangun di luar Pulau Jawa. Dua kampus lainnya berada di Langowan, Sulawesi Utara (Sulut), dan Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel).
Seluruh kampus SMA TN menerapkan kurikulum, sistem pendidikan, standar pembinaan, dan sistem beasiswa penuh yang sama. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk melahirkan generasi berkarakter dan memiliki kemampuan kepemimpinan.
“Tujuan jangka panjang SMA Taruna Nusantara adalah mencetak calon-calon pemimpin bangsa terutama dalam menghadapi Indonesia Emas pada tahun 2045. Karena itu kami menjaring siswa terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia untuk dididik bersama,” ujarnya.
Pelajar dari Kalimantan Timur (Kaltim) tetap mengikuti proses seleksi yang sama dengan peserta dari provinsi lain. Sekolah tidak menyediakan jalur khusus maupun kuota berdasarkan daerah asal.
Kehadiran kampus di IKN diharapkan memudahkan pelajar Kaltim memperoleh informasi dan pembinaan untuk mempersiapkan kemampuan akademik, fisik, dan psikologis sebelum mengikuti seleksi.
“Yang bisa kami lakukan adalah membantu menyiapkan mereka, baik dari sisi akademik, fisik, maupun psikologis. Namun pada akhirnya yang menentukan adalah hasil seleksi yang mereka capai sesuai dengan kemampuannya,” pungkasnya.
Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara OIKN Troy Pantouw mengatakan, kehadiran SMA TN melengkapi ekosistem Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Menurut Troy, pembangunan kampus tersebut menunjukkan kepercayaan institusi pendidikan unggulan nasional terhadap pengembangan sarana pendidikan berkualitas di Nusantara.
“Keberadaan SMA Taruna Nusantara sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya sekolah unggulan dalam menyiapkan kader-kader bangsa yang berkarakter kuat, berintegritas, dan berjiwa patriotik,” ujar Troy.
Troy turut mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan SMA TN Kampus Malang, Jawa Timur (Jatim), pada 13 Januari 2026. Presiden menekankan pentingnya sekolah unggulan dalam menyiapkan generasi yang jujur dan memiliki komitmen terhadap kepentingan masyarakat.
“Kita ingin menanamkan akhlak, kita ingin menanamkan kepribadian yang baik, yang bersih menjadi pemimpin-pemimpin yang jujur, pemimpin-pemimpin yang tidak akan korupsi, pemimpin-pemimpin yang akan berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” ucap Presiden pada Selasa (13/01/2026).
Beroperasinya SMA TN IKN diharapkan tidak hanya menambah fasilitas pendidikan, tetapi juga membuka kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun Nusantara sebagai kota pendidikan dan pusat pengembangan generasi unggul. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan