Pasar Masih Sepi, Ayam 25 Kilogram Digondol Maling

TARAKAN – Aksi pencurian kembali terjadi di kawasan Pasar Gusher, Kota Tarakan. Kali ini, seorang pedagang ayam potong menjadi korban setelah dagangannya diduga dicuri saat kondisi pasar masih sepi. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/01/2026) sekitar pukul 05.00 WITA, ketika aktivitas jual beli belum ramai dan sebagian besar kios belum buka.

Korban kehilangan ayam potong dengan berat sekitar 25 kilogram. Nilai kerugian akibat pencurian tersebut diperkirakan mencapai Rp1 juta. Saat kejadian berlangsung, korban tidak berada di depan lapak karena tengah berada di bagian belakang kios untuk menimbang ayam yang akan dikirim ke Tanjung Selor.

“Waktu itu saya lagi di belakang, menimbang ayam untuk kiriman ke Tanjung Selor. Pas balik ke depan, ayam sudah tidak ada,” ujar korban saat ditemui di Pasar Gusher.

Kondisi pasar yang masih lengang diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya. Beberapa pedagang lain juga belum membuka kios sehingga situasi sekitar relatif sepi dan minim pengawasan.

Ironisnya, aksi pencurian tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area pasar. Rekaman tersebut menunjukkan pelaku mengambil ayam potong dari lapak korban dan kemudian meninggalkan lokasi. Dari rekaman itu, korban mengaku dapat mengenali ciri-ciri terduga pelaku.

“Kalau dilihat dari CCTV, orangnya itu sering saya lihat mondar-mandir di daerah Barokah, Selumit Pantai,” ungkap korban.

Peristiwa ini menambah daftar kasus pencurian yang terjadi di Pasar Gusher, terutama pada jam-jam rawan di pagi hari. Sejumlah pedagang mengaku khawatir dengan keamanan pasar, khususnya saat mereka harus meninggalkan lapak sebentar untuk keperluan tertentu.

Seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian mengatakan pencurian kerap terjadi saat pasar belum ramai. “Biasanya kejadiannya subuh atau pagi sekali. Kalau pasar masih sepi, memang rawan,” katanya.

Warga dan pedagang pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengelola pasar diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan, termasuk pemantauan CCTV dan pengawasan pada jam-jam rawan.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Korban mengaku masih memberikan kesempatan kepada pelaku untuk menunjukkan itikad baik.

“Saya masih nunggu itikad baiknya. Kalau memang tidak ada tanggung jawab, baru saya laporkan ke polisi,” tegasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pedagang untuk tidak lengah dan selalu menjaga barang dagangan, terutama saat kondisi pasar belum sepenuhnya ramai. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com