JAWA BARAT — Kecelakaan lalu lintas mengerikan terjadi di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Seorang pejalan kaki dilaporkan terseret hingga sekitar 200 meter setelah ditabrak angkutan kota (angkot) yang melaju dari arah Puncak menuju Gadog.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (23/01/2026) malam dan dirangkum pada Sabtu (24/01/2026). Korban diketahui berinisial NS (30). Polisi memastikan korban mengalami luka berat akibat insiden tersebut.
Pelaksana Tugas Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, menyampaikan bahwa kecelakaan bermula ketika angkot melaju di jalur dengan kondisi geografis yang cukup berbahaya. “Korban merupakan pejalan kaki yang mengalami luka berat akibat tertabrak kendaraan angkutan umum,” ujar Ares saat dimintai keterangan.
Menurut penjelasan kepolisian, angkot melaju dari arah Puncak menuju Gadog di jalan yang memiliki tikungan ke kanan dan kontur menurun. Kondisi jalan saat itu dalam keadaan gelap dan diguyur hujan, dengan marka jalan tengah tidak terputus. “Situasi di lokasi berupa jalan menikung ke kanan, menurun, cuaca hujan pada malam hari, serta marka jalan lurus tanpa putus,” jelas Ares.
Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi angkot diduga bergerak terlalu ke kanan karena hendak mendahului sebuah minibus yang melaju di depannya. Pada saat bersamaan, korban tengah menyeberang jalan dari bahu kiri ke arah kanan jika dilihat dari arah Gadog. “Ketika kendaraan mencoba menyalip, bagian samping kiri angkot mengenai pejalan kaki yang sedang menyeberang,” ungkap Ares.
Benturan tersebut membuat korban terseret cukup jauh. Polisi memperkirakan jarak korban terseret mencapai sekitar 200 meter sebelum kendaraan berhenti. “Korban terseret kurang lebih sejauh 200 meter,” tambahnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, antara lain tangan, pipi, ketiak, dan paha. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit serta menjalani pengobatan alternatif untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Usai kejadian, sopir angkot sempat melarikan diri dari lokasi. Polisi menduga pengemudi panik dan ketakutan setelah kecelakaan terjadi.
Petugas sempat mendatangi kediaman sopir, namun hanya bertemu dengan istrinya. Tak berselang lama, pengemudi tersebut akhirnya mendatangi kantor polisi untuk menyerahkan diri.
“Ketika didatangi ke rumahnya, pengemudi tidak berada di tempat. Hanya istrinya yang ada. Tidak lama kemudian, sopir angkot datang sendiri ke Subunit Laka Ciawi,” kata Ares.
Polisi menyebutkan bahwa pelarian sopir diduga murni karena rasa takut. “Pada saat kejadian, sopir sempat meninggalkan lokasi, kemungkinan besar karena panik,” tuturnya.
Kasus kecelakaan ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan