Gambar Ilustrasi

Banjarbaru Dipastikan Bebas Kasus Rabies 2025

BANJARBARU — Balai Veteriner (BV) Banjarbaru meluruskan informasi terkait temuan sembilan sampel yang dinyatakan positif rabies pada 2025. Hasil tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan kasus penularan di masyarakat, melainkan berasal dari proses pengujian di fasilitas percobaan laboratorium.

Ketua Tim Kerja Informasi Veteriner BV Banjarbaru, Wijanarko, menegaskan bahwa angka positif tersebut muncul dalam tahapan uji konfirmasi menggunakan metode inokulasi pada mencit sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan lanjutan.

“Sembilan sampel positif itu berasal dari kegiatan percobaan laboratorium untuk kebutuhan konfirmasi diagnosa, bukan temuan kasus rabies di lapangan,” kata Wijanarko, Senin, (09/02/2026).

Ia menjelaskan, pengujian dilakukan terhadap berbagai sampel yang tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga kiriman dari wilayah lain seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Proses tersebut merupakan bagian standar untuk memastikan keakuratan hasil diagnosis rabies.

Berdasarkan rekapitulasi pemeriksaan BV Banjarbaru sepanjang 2025, terdapat 27 spesimen yang diuji menggunakan metode Fluorescent Antibody Test (FAT) dengan 16 hasil positif. Namun, sembilan di antaranya merupakan sampel dari instalasi percobaan sehingga tidak mencerminkan kejadian rabies pada hewan di masyarakat. “Data ini perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik mengenai situasi rabies di Banjarbaru,” ujarnya.

Meski demikian, BV Banjarbaru tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kewaspadaan melalui vaksinasi rutin hewan peliharaan serta segera melapor apabila terjadi gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies.

“Ketenangan masyarakat penting, tetapi langkah pencegahan seperti vaksinasi dan pelaporan dini tetap harus dilakukan,” tutupnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com