KAZAN – Maraton amal bertajuk “Ramadan – Bulan Amal Kebaikan” di Tatarstan menghadirkan cara unik bagi masyarakat untuk berdonasi. Program ini digelar di Kota Kazan, salah satu wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim di Rusia, dan bertujuan mendorong masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial selama bulan suci Ramadan.
Dilansir dari website resmi dumrt.ru pada 27 Februari 2026, Yayasan Zakat akan mengoperasikan bus amal gratis di rute nomor 30 yang tidak hanya mengantar penumpang ke tujuan, tetapi juga menjadi wahana penggalangan dana. Bus ini dirancang khusus agar penumpang dapat beramal dengan mudah dan praktis, sekaligus menikmati perjalanan.
Di dalam bus, yang dihiasi balon dan papan bertuliskan “Rute Amal dari Yayasan Zakat”, para penumpang dapat menyalurkan donasi melalui pemindaian kode QR yang tersedia. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu pengobatan 100 anak dan orang dewasa yang menderita penyakit berat. Inisiatif ini menggabungkan transportasi publik dan kegiatan sosial, sehingga setiap perjalanan menjadi momen beramal.
“Dengan berdonasi di dalam bus, masyarakat bisa meraih pahala berlipat ganda di bulan Ramadan. Setiap perjalanan bisa menjadi kesempatan untuk berbuat baik,” kata pengelola yayasan pada Rabu (25/02/2026).
Program bus amal ini merupakan kelanjutan dari respons positif masyarakat pada edisi tahun 2023 lalu. Yayasan Zakat mencatat bahwa inisiatif serupa sebelumnya berhasil mengumpulkan dana yang signifikan, sehingga banyak pasien memperoleh perawatan yang dibutuhkan. Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi yayasan untuk menghadirkan konsep inovatif yang menggabungkan transportasi dan amal sosial.
Selain sebagai sarana penggalangan dana, bus amal juga berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya zakat, sedekah, dan kegiatan sosial selama Ramadan. Penumpang tidak hanya memberikan donasi, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai program yayasan, sehingga kesadaran beramal dapat meningkat secara berkelanjutan.
Maraton amal ini berlangsung sepanjang bulan Ramadan, dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Rusia untuk mengembangkan program serupa. Dengan keterlibatan masyarakat, aksi sosial seperti ini dapat membawa manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan sekaligus memperkuat rasa solidaritas komunitas Muslim di Tatarstan. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan