NUNUKAN – Kejadian tak terduga dialami Mohd Ariansyah (24), warga Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Senin (02/03/2026) siang. Niatnya sekadar memanaskan mesin mobil pikap sebelum beraktivitas, namun yang terlihat justru sesuatu yang membuatnya mundur beberapa langkah.
Dari sela jok belakang kendaraan, tampak bagian tubuh menyerupai ular menyembul. Ariansyah mengaku sempat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Saya awalnya mau panaskan mobil. Tapi waktu lihat ke belakang, ada seperti tubuh ular keluar dari jok. Saya langsung takut dan tidak berani mendekat,” ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Senin (02/03/2026) .
Tak ingin mengambil risiko, ia segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan evakuasi.
Petugas Damkar Nunukan, Ishak, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 10.17 Wita. Setelah menerima informasi tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan penanganan ular.
“Kami menerima telepon dari warga sekitar pukul 10.17 Wita. Tim langsung menuju lokasi menggunakan motor dengan membawa dua stik ular,” jelas Ishak.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan dengan membuka dan mengangkat bagian bawah jok mobil. Hasilnya benar, seekor ular piton ditemukan bersembunyi di ruang sempit tersebut.
“Begitu jok diangkat, ular piton terlihat jelas. Ular sempat melakukan perlawanan dan mencoba menyerang saat akan kami amankan,” katanya.
Dengan teknik pengamanan menggunakan dua stik penjepit, ular sepanjang kurang lebih satu meter itu akhirnya berhasil dikendalikan. “Ular berhasil kami amankan dengan hati-hati. Panjangnya sekitar satu meter,” tambahnya.
Ishak menjelaskan, berdasarkan ciri fisik, ular tersebut diduga jenis sanca darah atau Python brongersmai. Meski tidak berbisa, hewan tersebut tetap berbahaya jika tidak ditangani dengan benar.
“Jenis ini memang tidak berbisa, tetapi gigitannya bisa menyebabkan luka serius. Karena itu, penanganannya harus tetap waspada,” tegasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga untuk selalu memeriksa kendaraan sebelum digunakan, terutama di daerah yang masih dekat dengan habitat satwa liar. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan