SAMARINDA – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda melakukan kunjungan lapangan ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Lok Bahu di Jalan Karam Mulya 1 RT 18, Loa Bahu, Sungai Kunjang, Selasa (03/03/2026). Kunjungan dilakukan menyusul laporan warga dan pihak sekolah mengenai banjir yang kerap merendam ruang kelas saat hujan deras.
Usai meninjau lokasi, anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat. Genangan air yang masuk ke dalam kelas dinilai mengganggu proses belajar mengajar siswa.
“Kunjungan hari ini bersumber dari laporan warga dan keluhan pihak sekolah bahwa setiap hujan selalu terjadi banjir, bahkan sampai masuk ke kelas. Tentu ini sangat mengganggu proses belajar mengajar,” ujar Latisi kepada awak media.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menekankan, permasalahan banjir di lingkungan sekolah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, sektor pendidikan merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan target Indonesia Emas 2045, dan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.
“Kita berharap target Indonesia Emas 2045 bisa tercapai. Salah satu indikatornya adalah pendidikan yang baik. Fasilitas pendidikan yang memadai akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan yang diterima siswa,” kata Latisi.
Ia melanjutkan, pihaknya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, khususnya instansi terkait, untuk segera merumuskan solusi konkret. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah perbaikan sistem drainase di depan sekolah.
“Apakah drainasenya perlu diperbaiki supaya dampaknya tidak hanya untuk sekolah ini, tetapi juga kawasan sekitar. Atau mungkin pembangunan gedung baru dilakukan secara bertahap, jika belum memungkinkan dilakukan sekaligus,” tutur Latisi.
Latisi menegaskan pentingnya langkah cepat agar aktivitas belajar siswa tidak terus terganggu, terutama di tengah intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. “Kalau hujan turun setiap hari dan banjir juga terjadi setiap hari, maka proses belajar mengajar akan terganggu terus. Kasihan anak-anak,” ucapnya.
Terkait target penyelesaian perbaikan, Ismail mengaku belum dapat memastikan waktunya karena masih mempertimbangkan kondisi anggaran pemerintah kota. Keputusan akhir akan dibahas sesuai kemampuan fiskal daerah.
“Untuk kepastian pengerjaannya kami diskusikan lebih lanjut, jadi belum dapat kami sampaikan waktu perbaikan drainase atau renovasinya, karena situasi dan kondisi yang ada kaitannya dengan penganggaran Pemkot Samarinda,” tutup wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Sambutan, Samarinda Ilir, dan Samarinda Kota ini. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan