KUTAI KARTANEGARA – Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kartanegara (Dishub Kukar) mematangkan rencana pembangunan jalur kereta api yang akan menghubungkan wilayah Kalimantan Timur sebagai daerah mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek yang diinisiasi Pemerintah Pusat ini ditargetkan memasuki tahapan Detail Engineering Design (DED) pada 2027 mendatang.
Kepala Bidang Angkutan Darat dan Penerbangan Dishub Kukar, Kendarjo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pemetaan alur jalur kereta api tersebut. Jalur ini direncanakan mengoneksikan beberapa titik kunci di Kalimantan Timur, termasuk Bontang, Sangatta, Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, hingga Tabang.
“Kemenhub sudah memetakan jalur kereta api ini mulai dari Bontang, Sangatta, Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, hingga ke Tabang. Rencananya, penyusunan DED akan dilaksanakan pada 2027,” ujar Kendarjo saat memberikan keterangan di Kantor Dishub Kukar, Tenggarong, Rabu (04/03/2026).
Sebagai langkah awal, Dishub Kukar bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah melakukan survei lapangan di dua lokasi potensial yang akan menjadi simpul transportasi kereta api di wilayah Tenggarong, yakni kawasan Tenggarong Seberang dan Terminal Belida.
Meskipun survei telah dilakukan, Kendarjo menegaskan bahwa keputusan final mengenai lokasi stasiun atau jalur utama masih menunggu arahan teknis lebih lanjut. “Kami sudah beberapa kali mengikuti koordinasi melalui pertemuan daring dengan Kemenhub dan sudah melakukan survei ke dua tempat, yaitu Tenggarong Seberang dan Terminal Belida. Namun, alternatif mana yang akan dipilih, itu masih dalam proses,” imbuhnya.
Pembangunan infrastruktur kereta api ini terkait erat dengan posisi geografis Kutai Kartanegara yang bersinggungan langsung dengan wilayah IKN. Sebagian wilayah Kukar telah ditetapkan masuk ke kawasan ibu kota baru, sehingga pengembangan transportasi massal menjadi prioritas untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Kendarjo menegaskan proyek ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan Kukar sebagai mitra utama IKN. “Ini demi IKN, karena sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara masuk ke dalam kawasan IKN. Sebagai mitra ibu kota, pembangunan ini diprioritaskan untuk mendukung mobilitas dan integrasi dengan IKN nantinya,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor jalur kereta api sekaligus mengurangi beban transportasi darat di wilayah Kalimantan Timur pada masa depan. []
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan