Usia Bukan Penghalang, Warga Belajar SPNF SKB Bontang Lulus

Pemkot Bontang menegaskan pendidikan terbuka bagi semua usia melalui kelulusan warga belajar SPNF SKB Tahun Ajaran 2025/2026.

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan pendidikan tidak boleh berhenti karena usia maupun latar belakang sosial. Pesan itu disampaikan dalam acara Lepas Kenang Murid Kelas Akhir Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Bontang Tahun Ajaran 2025/2026 di Auditorium Taman 3 Dimensi Bontang, Senin (08/06/2026).

Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Lukman, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang, mengatakan kelulusan warga belajar SPNF SKB menjadi bukti bahwa kesempatan memperoleh pendidikan layak harus terbuka bagi semua kalangan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi warga belajar dari berbagai latar belakang, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, guru mengaji, hingga ibu rumah tangga, sebagaimana diberitakan Ppid Setda, Senin, (08/06/2026).

Lukman mengapresiasi semangat para lulusan yang tetap berupaya menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan masing-masing. Bahkan, lulusan tahun ini mencakup warga belajar berusia 45 tahun pada program Paket A, 51 tahun pada Paket B, dan 52 tahun pada Paket C.

“Ini adalah bukti nyata bahwa mencari ilmu itu tidak mengenal batas usia. Ilmu adalah kompas kehidupan yang membantu kita menentukan langkah dan menghadapi tantangan zaman,” ujar Lukman dalam sambutannya.

Menurut Lukman, kelulusan bukan akhir perjalanan akademis, melainkan langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Ia berharap para lulusan dapat menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberi manfaat lebih luas bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dan gotong royong dalam membangun SDM Bontang yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Pemkot Bontang turut menyampaikan apresiasi kepada para pengajar SPNF SKB yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kesabaran dalam mendampingi warga belajar. Peran pengajar disebut penting dalam menanamkan harapan dan semangat bagi peserta didik untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Berdasarkan laporan Kepala SPNF SKB Bontang Hairul Saleh, kelulusan tahun ini terdiri atas delapan lulusan Paket A, 17 lulusan Paket B, 31 lulusan Paket C, serta 12 peserta didik angkatan pertama Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sejenis (SPS).

Acara bertema “Merajut Kenangan, Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu” itu ditutup dengan harapan agar lulusan SPNF SKB dapat terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi pembangunan daerah serta bangsa. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com