SAMARINDA — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda melakukan inspeksi lapangan terhadap proyek lanjutan pembangunan Teras Samarinda tahap II, Selasa (03/03/2026). Peninjauan tersebut dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda untuk memastikan progres fisik pekerjaan di empat segmen berjalan sesuai rencana sekaligus mengevaluasi sejumlah pekerjaan yang masih belum rampung.
Inspeksi ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap proyek infrastruktur strategis yang sedang dikerjakan pemerintah kota. Teras Samarinda sendiri merupakan kawasan ruang publik yang dirancang sebagai destinasi wisata kota sekaligus ruang rekreasi masyarakat di tepian Sungai Mahakam.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan sebagian besar pekerjaan pada tahap kedua telah selesai secara fisik. Dari empat segmen yang menjadi bagian proyek tersebut, hanya segmen 1 yang masih dalam proses penyelesaian.
“Kami bersama Dinas PUPR meninjau langsung progres pekerjaan tahap dua. Dari empat segmen, tinggal segmen satu yang masih dalam proses penyelesaian,” ujar Deni, sapaan akrabnya ini kepada awak media.
Menurut Deni, segmen 2 dan segmen 3 telah selesai dikerjakan dan kini memasuki tahap serah terima kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebagai bagian dari proses administrasi penyerahan aset. Sementara itu, segmen 4 yang sebelumnya memperoleh perpanjangan waktu pelaksanaan melalui adendum selama 50 hari juga telah dinyatakan rampung secara fisik.
“Segmen 4 kemarin mendapat perpanjangan waktu, tetapi hari ini sudah dinyatakan selesai. Tinggal proses serah terimanya saja,” kata Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.
Dari sisi pembiayaan, proyek di setiap segmen menggunakan sumber anggaran yang berbeda. Segmen 4 dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantuan Keuangan (Bankeu) dengan nilai sekitar Rp24 miliar. Sementara segmen 2 dan segmen 3 menggunakan APBD Kota Samarinda dengan total anggaran sekitar Rp21 miliar.
Adapun segmen 1 merupakan bagian pekerjaan dengan nilai kontrak terbesar, yakni sekitar Rp49 miliar dengan panjang pembangunan mencapai lebih dari 400 meter. Segmen ini masih memerlukan sejumlah penyelesaian pekerjaan sebelum dapat dinyatakan rampung secara keseluruhan.
Meski secara umum progres pembangunan dinilai cukup baik, Komisi III DPRD Samarinda mencatat masih terdapat beberapa item pekerjaan di segmen 1 yang belum selesai. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Dinas PUPR, terdapat tiga item pekerjaan yang masih perlu diselesaikan.
Selain itu, DPRD juga menerima usulan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar dari Dinas PUPR. Anggaran tambahan tersebut direncanakan untuk pelapisan lantai menggunakan material PVC, penataan taman, serta penyelesaian pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
“Tadi disampaikan ada usulan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar. Kami akan telaah lebih lanjut detail item pekerjaannya dan menyesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” tegas Deni.
Selain membahas aspek administratif dan anggaran, Komisi III DPRD juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan pengunjung serta kualitas material yang digunakan dalam pembangunan.
Pada segmen 4, perhatian khusus diberikan pada fasilitas playground anak. DPRD meminta agar material yang digunakan memiliki ketahanan tinggi sehingga tidak mudah rusak akibat paparan panas matahari maupun hujan.
“Kami ingin fasilitas playground memiliki daya tahan jangka panjang. Jangan sampai dalam waktu enam bulan atau satu tahun sudah rusak,” tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Sambutan, Samarinda Ilir dan Samarinda Kota ini.
Di sisi lain, Komisi III juga menyoroti desain reling pengaman di segmen 1 yang dinilai berbeda dengan segmen lainnya. Pada segmen 2, 3, dan 4, reling menggunakan material stainless steel, sedangkan pada segmen 1 masih menggunakan material besi holo yang dinilai lebih rentan terhadap karat.
Perbedaan material tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, terutama bagi anak-anak yang berkunjung ke kawasan tersebut.
“Kami ingin relingnya menggunakan stainless seperti di segmen lain. Jarak pagar juga jangan terlalu lebar karena ini menyangkut keselamatan pengunjung, terutama anak-anak,” jelas Deni.
Secara umum, Komisi III DPRD Samarinda menilai progres pembangunan di segmen 2, 3, dan 4 telah memenuhi ekspektasi, meskipun sejumlah catatan teknis perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana proyek.
DPRD juga mendorong agar segmen yang telah selesai dan resmi diserahterimakan dapat segera dibuka untuk masyarakat. Terlebih, kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi ruang rekreasi baru bagi warga Kota Samarinda.
“Kalau sudah selesai dan administrasinya tuntas, sebaiknya segera dibuka untuk umum. Apalagi menjelang Lebaran, ini bisa menjadi alternatif destinasi rekreasi masyarakat,” tutup anggota dewan dua preode ini. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan