Lurah Sempaja Timur: Kolam Retensi Bantu Kurangi Banjir Bengkuring

SAMARINDA — Pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, mulai menunjukkan dampak terhadap pengendalian banjir di wilayah tersebut. Meskipun proyek tersebut belum selesai sepenuhnya, keberadaan kolam retensi dinilai telah membantu memperpendek durasi genangan air yang selama ini menjadi keluhan warga.

Lurah Sempaja Timur, Yuliani, menyampaikan bahwa kawasan Bengkuring masih beberapa kali dilanda banjir sepanjang tahun 2025. Namun, dibandingkan dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya, genangan air kini tidak lagi bertahan terlalu lama.

“Pada tahun 2025 kemarin hampir lima kali terjadi banjir di Bengkuring. Tetapi durasi genangannya lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Ini salah satu dampak dari pembangunan kolam retensi di kawasan tersebut,” kata Yuliani, saat ditemui di Samarinda, Jumat (06/03/2026).

Ia menjelaskan, sebelum proyek pengendalian banjir tersebut mulai dibangun, genangan air di kawasan perumahan Bengkuring dapat bertahan cukup lama, bahkan hingga beberapa hari. Kondisi tersebut kerap mengganggu aktivitas warga serta menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir.

“Kalau dulu bukan lagi hitungan jam, tapi bisa berhari-hari airnya bertahan. Terutama di sekitar pintu air di jalan Terong, karena di situ biasanya air pertama kali masuk dan juga menjadi titik terakhir saat air surut,” ujar perempuan berhijab ini.

Pembangunan kolam retensi Bengkuring merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mengatasi permasalahan banjir yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga di kawasan tersebut. Kolam retensi ini dirancang sebagai tempat penampungan sementara air hujan maupun limpasan air dari sungai, sehingga air tidak langsung mengalir ke kawasan permukiman.

Berdasarkan data yang ada, luas kolam retensi yang saat ini tengah dibangun mencapai sekitar 18 hektare. Namun, untuk mengoptimalkan fungsi pengendalian banjir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda masih menunggu proses pembebasan lahan tambahan yang ditargetkan mencapai total sekitar 27 hektare.

Yuliani menuturkan bahwa banjir di kawasan Bengkuring tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan. Faktor lain yang turut memicu genangan adalah luapan air dari Sungai Karang Mumus, terutama saat terjadi pasang air sungai.

Air dari Sungai Karang Mumus dapat masuk ke kawasan permukiman melalui anak sungai yang terhubung dengan wilayah Bengkuring. Kondisi ini menyebabkan volume air yang masuk ke kawasan perumahan semakin besar saat curah hujan tinggi atau debit sungai meningkat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah juga merencanakan pembangunan tanggul di sejumlah titik strategis di sekitar kawasan Bengkuring. Tanggul tersebut diharapkan mampu menahan aliran air dari sungai agar tidak meluap ke permukiman warga.

“Dengan adanya tanggul nantinya diharapkan arus air dari sungai tidak lagi masuk ke kawasan permukiman masyarakat,” jelas Yuliani.

Selain pembangunan tanggul, sistem pengendalian banjir di kawasan Bengkuring juga direncanakan dilengkapi dengan pompa air. Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan untuk memompa air dari kolam retensi menuju sungai sehingga volume air yang tertampung dapat segera dikurangi.

Namun hingga saat ini, seluruh sistem pengendalian banjir tersebut belum sepenuhnya berfungsi maksimal karena beberapa tahapan pembangunan masih dalam proses. Meski demikian, keberadaan kolam retensi yang sudah dibangun dinilai telah memberikan dampak positif terhadap pengurangan durasi banjir di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Yuliani berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan, termasuk pembebasan lahan tambahan serta penyediaan fasilitas pendukung seperti pompa air dan tanggul di sekitar kolam retensi Bengkuring.

“Kami berharap pembangunan ini bisa segera selesai, termasuk penyediaan pompa air. Dengan begitu kolam retensi dapat berfungsi secara maksimal untuk mengurangi banjir di kawasan Bengkuring,” tutup Yuliani. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com