ABU DHABI – Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), menyatakan negaranya tetap kokoh di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Pernyataan ini merupakan komentar publik pertamanya sejak Iran meluncurkan rudal ke wilayah Teluk, termasuk UEA.
“UEA memiliki ketahanan yang kuat. Kami bukan sasaran yang mudah,” tegas MBZ, Minggu (08/03/2026), seperti dilaporkan Reuters. Pernyataan ini menegaskan sikap UEA dalam melindungi warganya, termasuk warga asing yang tinggal di negara itu. “Kami akan menjalankan tanggung jawab penuh terhadap negara, rakyat kami, dan semua penduduk yang menjadi bagian dari keluarga kami,” tambahnya.
Konflik di wilayah Timur Tengah semakin memanas sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel memulai serangan besar-besaran terhadap Iran. Iran merespons dengan serangan rudal dan drone terhadap target di Israel serta kepentingan AS di negara-negara Teluk. Serangan terhadap UEA telah menewaskan tiga orang dan melukai ratusan lainnya. Kementerian Pertahanan UEA menegaskan angkatan bersenjata siap menghadapi segala ancaman yang muncul.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sempat meminta maaf kepada negara tetangga atas serangan Iran, menegaskan bahwa serangan baru hanya akan dilakukan jika Iran diserang terlebih dahulu. “Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat tidak akan ada lagi serangan terhadap negara tetangga, kecuali serangan datang dari mereka,” kata Pezeshkian. Namun, ia menekankan Iran tidak akan menyerah kepada Israel maupun AS.
Pernyataan MBZ sekaligus menegaskan posisi diplomatik UEA yang menjaga keseimbangan antara perlindungan nasional dan kewaspadaan strategis di tengah perang regional. Para analis menilai, UEA berupaya menampilkan citra negara yang tegas, namun tetap mengedepankan stabilitas dan keamanan kawasan, mengingat keberadaan pusat ekonomi dan populasi asing yang signifikan di negara itu.
Kebijakan pertahanan ini mencerminkan strategi UEA untuk menjaga keamanan nasional, sekaligus menegaskan peran aktif negara Teluk dalam dinamika geopolitik Timur Tengah yang kian kompleks. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan