TEHERAN – Pemerintah Iran menegaskan soliditas internal negaranya di tengah meningkatnya tensi politik dengan Amerika Serikat (AS), dengan membantah keras tudingan adanya perpecahan di dalam struktur kekuasaan Teheran.
Penegasan ini disampaikan para pejabat tinggi Iran sebagai respons atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut adanya friksi antara kelompok politik di negara tersebut. Iran menilai klaim tersebut tidak berdasar dan mencerminkan kesalahpahaman terhadap dinamika politik domestik mereka.
Kepala otoritas kehakiman Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, menanggapi langsung isu tersebut melalui pernyataan di media sosial X pada Kamis (23/4/2026). Ia menilai narasi yang dibangun pihak Barat tidak sesuai dengan realitas di lapangan.
“Mohseni-Ejei mengatakan bahwa Trump seharusnya ‘menyadari bahwa istilah ‘garis keras’ dan ‘moderat’ adalah label yang dibuat-buat tanpa dasar yang nyata, yang umum digunakan dalam wacana politik Barat’,” sebagaimana dilansir Al Arabiya, Jumat, (24/04/2026).
Menurut Iran, penyematan istilah seperti “garis keras” dan “moderat” kerap digunakan untuk menggambarkan perbedaan pandangan politik di negara tersebut, namun dianggap tidak relevan dalam konteks sistem pemerintahan Iran yang berbasis pada kesatuan ideologi nasional.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Teheran dan Washington, terutama terkait isu keamanan regional dan kebijakan luar negeri di kawasan Timur Tengah. Iran berupaya menunjukkan bahwa stabilitas internal tetap terjaga meskipun mendapat tekanan dari luar.
Ke depan, sikap tegas Iran ini diperkirakan akan semakin memperkeras posisi diplomatik kedua negara, sekaligus mempersempit ruang dialog yang konstruktif dalam menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan