Sumbar Tutup Sementara 69 Dapur MBG Karena Belum Miliki SLHS

SUMATERA BARAT – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penutupan sementara terhadap 69 dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap dapur memenuhi standar keamanan pangan yang ketat, demi melindungi kesehatan anak-anak penerima manfaat program.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, menyebutkan bahwa penutupan tersebut dilakukan karena puluhan dapur belum memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). “Data terbaru per 7 Maret 2026 pukul 11.00 menunjukkan 492 dapur di seluruh Pulau Sumatera belum terdaftar SLHS. Termasuk 69 dapur di Sumatera Barat,” jelasnya pada Sabtu (07/03/2026).

Harjito menegaskan bahwa penutupan bersifat sementara dan merupakan langkah korektif untuk mencegah risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak higienis. “Kita tidak menutup secara permanen, tetapi operasional dapur tidak bisa berjalan sebelum standar sanitasi terpenuhi,” tambahnya.

Para pengelola dapur yang terdampak diminta segera mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) di kabupaten atau kota masing-masing untuk mengurus pendaftaran SLHS. Setelah proses verifikasi selesai, dapur dapat kembali beroperasi dan layanan MBG bisa diteruskan kepada anak-anak.

Penertiban ini menyapu seluruh wilayah Pulau Sumatera, dengan Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah dapur belum bersertifikat terbanyak, yakni 252 titik. Lampung berada di urutan kedua (77 titik), Aceh ketiga (76 titik), dan Sumatera Barat keempat (69 titik).

Selain sebagai tindakan pengawasan, BGN berharap langkah ini meningkatkan kesadaran pengelola dapur akan pentingnya keamanan pangan. “Program MBG memberikan manfaat besar, tapi harus dijalankan sesuai standar kesehatan agar anak-anak mendapatkan gizi yang aman dan berkualitas,” kata Harjito.

Langkah tegas ini juga menjadi peringatan bagi seluruh dapur umum di Indonesia bahwa kepatuhan terhadap SLHS bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban untuk melindungi generasi muda dari risiko kesehatan yang tidak diinginkan. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com