TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah pejabat tinggi Iran melontarkan peringatan keras terkait kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi negaranya. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa kawasan Timur Tengah berpotensi mengalami pemadaman luas apabila Amerika Serikat benar-benar menyerang jaringan listrik Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Larijani menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya menyebut Washington memiliki kemampuan untuk menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam waktu singkat.
Larijani menilai ancaman tersebut dapat memicu konsekuensi besar bagi stabilitas kawasan. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi Iran tidak hanya berdampak pada negaranya, tetapi juga dapat memicu gangguan luas di wilayah sekitarnya.
“Jika serangan terhadap jaringan listrik Iran benar-benar dilakukan, dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri kami. Dalam waktu singkat, kawasan ini dapat mengalami pemadaman besar,” kata Larijani melalui pernyataan yang diunggah di media sosial X, Kamis (12/03/2026).
Menurut Larijani, situasi tersebut bahkan bisa membuka peluang bagi Iran untuk mengambil langkah militer lanjutan terhadap pasukan Amerika Serikat yang berada di kawasan sekitar.
Ia menegaskan bahwa kondisi gelap akibat gangguan listrik dapat dimanfaatkan untuk melakukan operasi militer terhadap target yang dianggap mengancam keamanan Iran.
“Situasi seperti itu justru akan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi kami untuk menghadapi pasukan yang berada di sekitar wilayah Iran,” ujarnya.
Ketegangan ini berawal dari pernyataan Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat sebenarnya memiliki kemampuan untuk menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran dalam waktu singkat, tetapi sejauh ini memilih untuk menahan diri.
Trump juga menyampaikan bahwa opsi serangan tersebut dapat dipertimbangkan apabila Iran mencoba mengganggu stabilitas pasokan energi global, khususnya pengiriman minyak dunia.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi di kawasan Teluk memang semakin memanas. Iran dilaporkan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Beberapa laporan bahkan menyebutkan bahwa kapal-kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut menghadapi ancaman keamanan yang semakin tinggi. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia.
Konflik yang terus memanas antara Iran dan Amerika Serikat pun dikhawatirkan dapat memperluas ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.
Hingga saat ini, komunitas internasional masih memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut, sementara sejumlah negara menyerukan agar kedua pihak menahan diri guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan