30 Telur Busuk Ditemukan di Menu MBG SDN 5 Semuntai

SANGGAU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 5 Semuntai, Kecamatan Mukok, mendadak menjadi sorotan setelah ditemukan puluhan telur dalam kondisi busuk saat dibagikan kepada para siswa. Temuan tersebut terjadi ketika menu makanan program pemerintah itu didistribusikan kepada ratusan pelajar pada Kamis (12/03/2026).

Kepala SD Negeri 5 Semuntai, Khairul Muluk, mengungkapkan bahwa telur yang tidak layak konsumsi itu ditemukan saat proses pembagian makanan berlangsung di sekolah.

Menurutnya, dari total sekitar 200 porsi makanan yang disiapkan untuk siswa, terdapat sekitar 30 butir telur yang sudah dalam kondisi rusak.

“Dari total telur yang dibagikan kepada siswa, memang tidak semuanya rusak, namun ada sekitar tiga puluh butir yang ditemukan dalam kondisi busuk,” ujar Khairul saat dikonfirmasi.

Temuan tersebut langsung memicu kekhawatiran pihak sekolah. Khairul menilai kualitas makanan dalam program MBG harus benar-benar diperhatikan karena menyangkut kesehatan para siswa.

Ia mengaku tidak ingin kejadian tersebut berdampak buruk bagi anak-anak yang menjadi penerima program.

“Kami khawatir jika makanan yang diberikan tidak layak konsumsi bisa berdampak pada kesehatan siswa,” katanya.

Menanggapi temuan tersebut, pihak sekolah segera memanggil pengelola dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan dalam program tersebut.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong evaluasi terhadap kualitas makanan yang didistribusikan.

“Saya sudah meminta pihak pengelola dapur untuk melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelas Khairul.

Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap proses penyediaan makanan perlu diperketat sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.

Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa harus memastikan kualitas makanan yang diberikan benar-benar aman dan layak dikonsumsi.

“Program ini sangat baik untuk anak-anak, namun kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Khairul juga menyebut bahwa pihak pengelola dapur telah datang ke sekolah untuk membahas persoalan tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan makanan.

Ia berharap ke depan seluruh makanan yang diberikan dalam program MBG dapat dipastikan dalam kondisi baik sebelum disalurkan kepada para siswa.

“Kami berharap ke depan makanan yang dibagikan sudah melalui pengecekan yang lebih ketat sehingga benar-benar aman bagi anak-anak,” pungkasnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com