0-0x0-0-0#

Pemkab Kutim Pantau Harga LPG dan Distribusi BBM Jelang Idulfitri 1447 H

KUTAI TIMUR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melakukan pemantauan langsung terhadap stabilitas Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sangatta Utara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi lonjakan harga dan gangguan distribusi energi menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Pemantauan tersebut merupakan bagian dari langkah proaktif pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan energi bagi masyarakat tetap terjaga selama periode Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan peninjauan ke salah satu agen LPG yang berada di Jalan Abdul Wahab Syahranie, kawasan Poros Pendidikan, Sangatta. Setelah itu, rombongan melanjutkan pengecekan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di wilayah Sangatta.

Kegiatan pemantauan kemudian dilanjutkan dengan inspeksi langsung ke Pasar Sangatta Selatan guna memastikan stabilitas harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Lebaran.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan untuk mengawasi pergerakan harga sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman menjelang perayaan Idulfitri.

Ia menyebutkan bahwa fokus utama pengawasan tertuju pada dua komoditas yang sangat dibutuhkan masyarakat, yakni LPG subsidi tabung 3 kilogram serta ketersediaan bahan bakar minyak di SPBU.

“Yang kita pantau yang biasanya menjadi krusial itu yang pertama adalah gas, LPG yang tabung hijau yang 3 kg untuk masyarakat. Kemudian yang kedua BBM, ketersediaan BBM,” Mahyunadi,usai Sidak Pasar pada Jum’at (13/03/2026).

Selain memantau kondisi lapangan, pemerintah daerah juga memastikan distribusi LPG berjalan sesuai aturan yang berlaku. Pengawas Gas LPG, Basri, menegaskan bahwa seluruh pangkalan resmi diwajibkan memiliki stok cadangan guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari raya.

Ia juga menegaskan bahwa distribusi LPG harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga penyaluran energi dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.

Basri mengingatkan bahwa pengecer tidak memiliki perlakuan distribusi yang sama dengan pangkalan resmi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga tata kelola distribusi LPG agar tetap terkontrol.

Terkait dengan persoalan harga, Basri menjelaskan bahwa penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG tidak bersifat seragam di seluruh wilayah Kutai Timur. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh jarak tempuh distribusi serta biaya logistik yang harus ditanggung untuk menjangkau masing-masing kecamatan.

“Kita mohonkan sampai ke HET Kecamatan karena ada biaya distribusi. Namun, kami tidak dapat menetapkan HET secara sepihak,harus diusulkan terlebih dahulu oleh Kepala Desa,”ujar Basri

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus pemerintah adalah Kecamatan Busang. Wilayah ini memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat distribusi LPG sehingga harga elpiji di daerah tersebut kerap mengalami fluktuasi dan sulit dikendalikan.

Namun demikian, pemerintah daerah optimistis harga dapat ditekan melalui penyesuaian biaya distribusi yang lebih rasional. “Kalau yang kita usulkan terjauh Busang sampai Rp35.000 aja jadi Menyesuaikan,”tambah Basri.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan permintaan LPG dan BBM menjelang Idulfitri.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah melalui penyediaan kuota fakultatif guna menambah pasokan energi apabila terjadi peningkatan permintaan di masyarakat.

Selain itu, Disperindag Kutai Timur juga telah menyampaikan surat resmi kepada pihak terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM di sejumlah SPBU yang berada di wilayah Sangatta, seperti SPBU Yos Sudarso II dan SPBU Apt Pranoto.

Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya antrean panjang ataupun potensi gejolak di masyarakat akibat kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar.

“Artinya ketersediaan stok mereka sudah dijamin ada. Namun kalau perbedaan kuota mereka biasanya berbeda. Jadi SPBU ini mendapat jatah sekian, ini sekian,”jelas Nora.

Meski terdapat perbedaan kuota distribusi di setiap SPBU, Nora memastikan bahwa secara teknis pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Pembagian distribusi antara pelanggan umum dan pelanggan prioritas, seperti asosiasi truk, telah diatur sedemikian rupa agar tetap tertib dan tidak mengganggu kebutuhan masyarakat umum.

Dengan berbagai langkah pengawasan dan koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama pihak terkait, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan energi di Kutai Timur tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com