Direktur NCC Paser Jadi Wakil Indonesia Raih Penghargaan Global

Direktur NCC Paser Moh Tomar meraih penghargaan internasional atas inovasi kurikulum berbasis bahasa daerah dan pembelajaran modern.

PASER – Direktur Nusantara Course Center (NCC) Paser Moh Tomar meraih penghargaan internasional Innovative Futuristic Award atas inovasi kurikulum berbasis kolaborasi dan pelestarian bahasa daerah yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas generasi muda.

Penghargaan tersebut diberikan kepada individu, perusahaan, atau organisasi yang dinilai mampu menghadirkan inovasi, transformasi digital, serta dampak berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, teknologi, dan layanan publik.

Moh Tomar menjelaskan, inovasi yang dikembangkan melalui NCC Paser mengintegrasikan pembelajaran modern dengan kearifan lokal, khususnya melalui penggunaan bahasa Paser sebagai bagian dari kurikulum.

“Ciri khas kurikulum ini adalah adanya budaya mempelajari bahasa Paser sebelum pembelajaran dimulai, tidak hanya itu, pembelajaran ini juga diikuti dengan praktik langsung, dan diakhiri dengan sesi leadership. Sesi leadership ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan berbicara di depan umum dan menghadapi masalah, serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap daerah Paser melalui pembelajaran bahasa Paser”, jelas Moh Tomar saat ditemui Selasa (17/03/2026).

Ia menyebut, penghargaan Innovative Futuristic Award diberikan atas inovasi yang tidak hanya berdampak saat ini, tetapi juga memiliki kontribusi jangka panjang, khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Paser (Paser), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dan Indonesia secara umum.‎

Dalam proses penilaian, peserta diwajibkan memaparkan secara rinci konsep kurikulum, implementasi, serta dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat dan generasi muda.

“Ada banyak tahapan yang saya lalui sebelum akhirnya bisa mendapatkan penghargaan ini, termasuk administrasi, pengumpulan berkas, serta tiga kali sesi wawancara. Untuk sesi wawancara terakhir dilakukan melalui Zoom dalam bahasa Inggris. Kemudian dua hari setelah wawancara, pengumuman disampaikan”, imbuhnya.

Moh Tomar menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang berhasil meraih penghargaan tersebut, di tengah persaingan peserta dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, India, Malaysia, dan Singapura.

“Meskipun pesertanya ribuan dari berbagai negara, hanya yang terbaik dari masing-masing negara yang dipilih. Dan Alhamdulillah, dari 80 penerima penghargaan, saya adalah satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang akan menerima penghargaan tersebut nanti di Dubai”, tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu aspek penting dalam penilaian adalah kemampuan mempertahankan inovasi, termasuk menghadapi tantangan internal organisasi.

“salah satunya terkait dengan tantangan internal. jika mendapatkan tantangan dari internal organisasi sendiri, apa yang akan anda lakukan untuk mempertahankan inovasi tersebut, itu salah satu pertanyaannya”, pungkasnya.

Melalui capaian tersebut, Moh Tomar menunjukkan bahwa inovasi berbasis lokal mampu bersaing di tingkat global serta memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan dan identitas budaya daerah. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com