Tim SAR gabungan terus menyisir area perkebunan di Tanah Bumbu untuk mencari seorang lansia yang hilang sejak Hari Raya Idulfitri.
TANAH BUMBU – Operasi pencarian terhadap seorang lansia bernama Kopsah (73) yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Tri Martani, Kecamatan Sungai Loban, terus berlangsung hingga Rabu (25/03/2026), dengan tim SAR gabungan masih menyisir lokasi terakhir korban terlihat.
Korban diketahui menghilang sejak Sabtu (21/03/2026) pagi saat keluarga meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat Idulfitri. Saat kembali, keluarga mendapati korban sudah tidak berada di kediaman. Diduga, korban yang mengalami kondisi pikun berjalan keluar rumah dan masuk ke area perkebunan di belakang rumah.
Pencarian awal sempat dilakukan secara mandiri oleh keluarga dan warga setempat selama beberapa hari. Namun, karena tidak membuahkan hasil, kejadian tersebut dilaporkan ke Unit Siaga SAR Batulicin dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin pada Selasa (24/03/2026) siang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin I Putu Sudayana menyampaikan pihaknya telah mengerahkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian intensif di lapangan.
“Mengingat usia korban yang sudah lanjut dan kondisi cuaca yang berawan, kecepatan serta koordinasi antarunsur menjadi kunci utama dalam operasi ini,” ujar Putu, sebagaimana dilansir Radar Banjarmasin, Rabu (25/03/2026).
Tim rescue dari Unit Siaga SAR Batulicin yang terdiri dari empat personel diterjunkan ke lokasi dengan dilengkapi satu unit rescue carrier, peralatan jungle rescue, serta perangkat komunikasi. Metode pencarian dilakukan dengan pola open grid darat untuk menyisir area perkebunan secara sistematis.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Unit Siaga SAR Batulicin, Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Loban, Tentara Nasional Indonesia (TNI), tim Emergency Response Team (ERT) PT BIB, PPA, CK, PT TIA, serta masyarakat setempat.
Tim gabungan dilaporkan telah tiba di lokasi pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 Wita dan langsung melakukan koordinasi serta penyisiran awal di titik terakhir korban terlihat.
Meski tidak menghadapi kendala teknis berarti, luasnya area perkebunan menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran dengan harapan korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.[]
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan