Kekerasan Anti-Imigran di Afrika Selatan Terus Berulang Selama 20 Tahun

PRETORIA – Gelombang kekerasan terhadap migran dan pengungsi kembali menjadi sorotan di Afrika Selatan setelah praktik diskriminasi dan serangan bermotif kebencian terhadap warga asing terus berulang selama lebih dari dua dekade terakhir.

Fenomena xenophobia atau kebencian terhadap orang asing itu dilaporkan menargetkan para pendatang dari negara-negara tetangga di Afrika maupun kawasan lain di benua tersebut. Berbagai insiden kekerasan disebut terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari penganiayaan, pengusiran, hingga penjarahan terhadap usaha milik warga negara asing.

Para pengkritik menilai situasi ekonomi yang sulit serta meningkatnya retorika politik terkait imigrasi menjadi faktor yang memperburuk sentimen masyarakat terhadap para migran. Kondisi tersebut dinilai memicu kemarahan sosial yang kemudian berujung pada aksi kekerasan berulang.

Selain berdampak pada keamanan warga asing, situasi itu juga memengaruhi hubungan sosial dan stabilitas di sejumlah komunitas perkotaan Afrika Selatan. Organisasi hak asasi manusia dan kelompok masyarakat sipil terus mendesak pemerintah setempat mengambil langkah lebih tegas untuk melindungi para migran dan pengungsi dari ancaman kekerasan.

Perkembangan mengenai gelombang xenophobia di Afrika Selatan tersebut sebagaimana diwartakan Deutsche Welle (DW), Minggu (10/05/2026), dan diberitakan Detikcom.

Hingga kini, isu diskriminasi terhadap warga asing masih menjadi tantangan serius bagi Afrika Selatan, terutama di tengah tekanan ekonomi dan tingginya angka pengangguran yang memicu ketegangan sosial di masyarakat. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com