Transportasi sungai di Kubar tetap ramai pasca Lebaran, dengan kapal taksi air menjadi pilihan utama masyarakat karena fleksibilitas dan biaya terjangkau.
KUTAI BARAT – Aktivitas transportasi sungai di Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim), masih ramai pasca Lebaran 2026, dengan kapal taksi air Al-Mu’minun tetap dipadati penumpang pada masa arus balik.
Motoris kapal Al-Mu’minun, Rizal, mengungkapkan lonjakan penumpang terjadi sejak beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri dan masih berlangsung hingga sepekan setelahnya. “Alhamdulillah ramai, terutama saat masa libur. Ini sekitar tujuh harian setelah Lebaran masih cukup ramai,” ujarnya saat ditemui, Jumat (27/03/2026).
Kapal yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun itu melayani rute dengan sejumlah titik singgah, seperti Kota Bangun hingga Muara Muntai, menyesuaikan kebutuhan penumpang di sepanjang jalur sungai. Waktu tempuh perjalanan pun bergantung pada aktivitas naik turun penumpang di tiap kampung yang dilintasi. “Kalau berangkat jam 5, biasanya sampai sekitar jam 9 atau jam 10. Itu juga tergantung ada penumpang naik turun di beberapa kampung,” jelasnya.
Menurut Rizal, transportasi sungai masih menjadi pilihan utama masyarakat karena fleksibilitasnya dalam menjangkau wilayah yang sulit diakses jalur darat, sekaligus mampu menyesuaikan kebutuhan penumpang di setiap pemberhentian.

Meski demikian, ia berharap operasional kapal ke depan tidak mengalami kendala, terutama terkait bahan bakar minyak (BBM) dan kelengkapan administrasi kapal. “Harapannya jangan dipersulit, baik soal surat-surat kapal maupun BBM. Karena kami menggaji awak kapal bukan dari pemerintah, tapi dari pihak kapal sendiri,” katanya.
Sementara itu, salah satu penumpang, Yessica, yang berstatus mahasiswa, mengaku lebih nyaman menggunakan transportasi sungai dibandingkan jalur darat. “Lebih santai, bisa baring, ada kantin juga. Biayanya juga lebih terjangkau,” ujarnya.
Namun, ia menilai fasilitas di dalam kapal masih perlu ditingkatkan, seperti penambahan kipas angin untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan. Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian, terutama terkait kapasitas muatan kapal. “Kalau muatan sudah penuh sebaiknya jangan ditambah lagi, apalagi kalau banyak yang bawa motor. Itu harus diperhatikan,” tegasnya.
Secara umum, penumpang menilai layanan kapal sudah cukup baik, termasuk harga makanan di kantin yang dinilai masih terjangkau. Dengan kondisi geografis Kaltim yang didominasi wilayah perairan, transportasi sungai seperti kapal taksi air tetap menjadi andalan masyarakat dalam menunjang mobilitas sehari-hari, khususnya saat momentum arus mudik dan arus balik Lebaran. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan