Aksi petugas kebersihan membuang sampah ke Sungai Mahakam yang viral memicu evaluasi DLHK Kukar sekaligus menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan ruang publik.
KUTAI KARTANEGARA – Aksi petugas kebersihan yang membuang sampah ke Sungai Mahakam di kawasan Creative Park Tenggarong memicu kecaman publik setelah videonya viral di media sosial pada Minggu (29/03/2026), di tengah sorotan terhadap rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan di ruang publik seperti Taman Tanjong.
Video yang beredar di platform Instagram dan Facebook memperlihatkan seorang petugas kebersihan menyapu sampah daun dan plastik di area taman, namun kemudian membuangnya langsung ke sungai. Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan upaya pelestarian lingkungan yang selama ini digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.
“Kami selaku instansi meminta maaf atas kelalaian petugas kami yang membuang sampah ke sungai. Pada dasarnya, seluruh petugas sudah kami larang keras untuk melakukan hal tersebut. Ini merupakan pelanggaran serius terhadap prosedur operasional standar yang telah ditetapkan,” ujar Tri Joko saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (29/03/2026).
Ia menegaskan, pihaknya telah mengidentifikasi petugas yang bersangkutan dan memberikan teguran serta sanksi disiplin sebagai bentuk penindakan.
“Yang bersangkutan sudah kami tegur. Dia adalah petugas lama. Kami melihat faktor usia juga mungkin mempengaruhi kesadarannya, karena beliau sudah tergolong tua. Namun, itu bukan alasan untuk membenarkan perbuatan tersebut. Kami tetap akan memberikan sanksi disiplin sebagai efek jera,” imbuhnya.
DLHK Kukar memastikan bahwa larangan membuang sampah ke sungai telah berulang kali disosialisasikan kepada seluruh petugas, mulai dari koordinator lapangan hingga petugas kebersihan. Kejadian ini menjadi evaluasi internal untuk memperketat pengawasan, khususnya di kawasan wisata dan ruang publik.
Sebagai langkah perbaikan, DLHK Kukar juga berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait guna memastikan akses menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS) lebih mudah dijangkau petugas, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan pembuangan sampah secara sembarangan.
Di sisi lain, persoalan kebersihan di ruang publik juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat. Berdasarkan pantauan di kawasan Taman Tanjong Tenggarong pada hari yang sama, masih ditemukan tumpukan sampah plastik dan botol minuman berserakan di sejumlah titik, terutama di area turap Sungai Mahakam.

Tri Joko Kuncoro menyayangkan minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, meskipun fasilitas tempat sampah telah tersedia.
“Kami sangat menyayangkan, ketika masyarakat bersantai di turap Taman Tanjong, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat minim. Padahal, fasilitas berupa tempat sampah sudah kami sediakan di beberapa titik strategis. Sayangnya, kemauan untuk berjalan beberapa langkah saja menuju tempat sampah itu masih kurang,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, yang berdampak pada sulitnya proses pengelolaan dan daur ulang.
“Kami terus menggalakkan gerakan Kukar Bersih dan pemilahan sampah dari sumbernya. Jangan sampai Taman Tanjong yang merupakan wajah kota ini justru menjadi cermin buruknya budaya disiplin masyarakat. Turap ini bukan tempat sampah raksasa. Mari kita jaga bersama agar keindahannya bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” imbuhnya.
DLHK Kukar menyatakan akan memperketat pengawasan serta mengkaji penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban umum untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan, termasuk melalui operasi tangkap tangan.
Selain penindakan, peran petugas kebersihan juga akan dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam edukasi kepada masyarakat. Pemkab Kukar turut mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan serta melaporkan pelanggaran melalui kanal pengaduan resmi.
“Viralnya video ini menjadi cambuk bagi kami. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah mengingatkan. Kami berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian ini dan akan terus mengedukasi seluruh petugas agar lebih peduli terhadap lingkungan, terutama sungai yang merupakan urat nadi kehidupan kita di Kutai Kartanegara,” tutup Tri Joko. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah []
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan