Diancam Iran, Kampus AS di Timur Tengah Beralih ke Kuliah Daring

Ancaman Garda Revolusi Iran memicu kampus-kampus Amerika Serikat di Timur Tengah mengalihkan pembelajaran ke sistem daring demi keamanan.

BEIRUT – Ancaman keamanan dari Garda Revolusi Iran memaksa sejumlah kampus Amerika Serikat di Timur Tengah mengubah sistem pembelajaran menjadi daring, sebagai langkah mitigasi risiko terhadap potensi serangan yang menyasar institusi pendidikan.

Salah satu kampus yang terdampak adalah American University of Beirut (AUB) di Beirut, Lebanon. Pihak kampus memutuskan menghentikan sementara aktivitas tatap muka dan menggantinya dengan kuliah online selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (30–31/3/2026).

Presiden AUB, Fadlo Khouri, menyampaikan keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif meski belum terdapat ancaman langsung terhadap kampusnya.

“Seperti banyak dari Anda, kami mengetahui pagi ini tentang ancaman yang dikeluarkan terhadap universitas-universitas Amerika di wilayah tersebut,” kata Khouri dalam pernyataan resmi, sebagaimana dilansir AFP, Senin, (30/03/2026).

Ia menegaskan bahwa kegiatan akademik tetap berjalan secara daring. “Saat ini, kami tidak memiliki bukti ancaman langsung terhadap universitas kami, kampus-kampusnya, atau pusat-pusat medisnya. Pada saat yang sama, sebagai tindakan pencegahan, kami akan beroperasi sepenuhnya secara daring pada hari Senin dan Selasa, kecuali untuk personel penting,” ujarnya.

“Kelas dan ujian akan dilakukan secara daring,” tambah Khouri.

Langkah serupa juga dilakukan sejumlah kampus lain di kawasan. Kebijakan ini dipicu oleh pernyataan ancaman dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan akan menargetkan universitas-universitas Amerika di Timur Tengah sebagai respons atas serangan militer yang menghancurkan fasilitas pendidikan di Iran.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan media Iran disebutkan, “Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di kawasan ini terbebas dari pembalasan… mereka harus mengutuk pemboman universitas-universitas tersebut dalam pernyataan resmi paling lambat pukul 12 siang pada hari Senin, 30 Maret, waktu Teheran.”

Pernyataan tersebut juga mengimbau sivitas akademika untuk menjaga jarak aman dari kampus. “Kami menyarankan semua karyawan, profesor, dan mahasiswa universitas-universitas Amerika di kawasan ini dan penduduk di sekitarnya” untuk tetap berada satu kilometer dari kampus.

Selain AUB, sejumlah institusi pendidikan lain turut menyesuaikan sistem pembelajaran, termasuk American University of Madaba di Yordania yang menerapkan kuliah daring hingga Kamis (2/4/2026) bagi sekitar 3.000 mahasiswa.

Beberapa kampus Amerika Serikat lainnya juga memiliki jaringan di kawasan Timur Tengah, seperti Texas A&M University di Qatar dan New York University di Uni Emirat Arab, yang berpotensi terdampak situasi keamanan regional.

Kebijakan peralihan ke pembelajaran daring ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di kawasan, sekaligus menunjukkan upaya lembaga pendidikan menjaga keselamatan sivitas akademika di tengah ketidakpastian situasi geopolitik. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com