Gambar Ilustrasi

Aksi Jambret di Palangka Raya, Gelang Emas Raib

Seorang perempuan di Palangka Raya kehilangan gelang emas senilai Rp21 juta setelah dijambret dua pelaku saat berkendara usai mengisi BBM.

PALANGKA RAYA – Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di Kota Palangka Raya setelah seorang perempuan menjadi korban penjambretan sesaat usai mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Yos Sudarso, Rabu (01/04/2026).

Korban bernama Sri Mulyani kehilangan gelang emas bernilai sekitar Rp21 juta setelah dirampas oleh dua pelaku yang beraksi menggunakan sepeda motor di tengah perjalanan pulang.

Perwira Pengawas Pelayanan Masyarakat (Pamapta) III Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya M. Abrar menyampaikan pihaknya telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku,” ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Rabu, (01/04/2026).

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika korban selesai mengisi bahan bakar dan melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan, korban dipepet oleh dua orang pelaku yang berboncengan.

“Pelaku beraksi dengan cepat saat korban sedang berkendara, sehingga korban tidak sempat melakukan perlawanan,” ucapnya.

Salah satu pelaku yang berada di posisi belakang langsung menarik gelang emas yang dikenakan korban hingga berhasil membawanya kabur.

Abrar menambahkan, gelang yang dirampas merupakan emas jenis USA berbentuk gelang tabung dengan berat sekitar 24,90 gram.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir lebih dari Rp21 juta.

“Identitas pelaku masih kami dalami dan saat ini anggota terus melakukan penyelidikan di lapangan,” ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian juga mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian untuk mempercepat pengungkapan kasus.

Polresta Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di jalan, khususnya ketika membawa barang berharga.

“Kami harap masyarakat tetap berhati-hati dan segera melapor jika melihat atau mengalami tindak kejahatan,” demikian Abrar.

Kasus ini menjadi peringatan meningkatnya potensi kejahatan jalanan di wilayah perkotaan, sehingga diperlukan kewaspadaan kolektif guna meminimalisasi risiko tindak kriminal serupa. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com