Pemerintahan Donald Trump dilaporkan mendorong negara sekutu Arab untuk mengambil langkah militer lebih agresif terhadap Iran, termasuk merebut Pulau Lavan.
JAKARTA – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan berupaya memperluas keterlibatan negara-negara sekutu Arab dalam konflik melawan Iran dengan mendorong aksi militer yang lebih agresif di kawasan Teluk.
Laporan media Inggris, The Telegraph, menyebut sejumlah pejabat AS mengusulkan agar salah satu negara Arab sekutu Washington mengambil alih Pulau Lavan milik Iran. Pulau tersebut diketahui berada di kawasan strategis yang berkaitan dengan jalur energi dan aktivitas perdagangan di Teluk Persia.
Usulan itu muncul di tengah meningkatnya eskalasi perang antara AS dan Iran yang memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. Keterlibatan negara-negara Arab dinilai dapat memperbesar tekanan militer terhadap Teheran sekaligus memperluas dampak geopolitik konflik.
“Sejumlah pejabat AS bahkan menyarankan agar negara Arab sekutu AS ini merebut Pulau Lavan milik Iran, menurut laporan The Telegraph,” sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Senin (18/05/2026).
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Gedung Putih maupun negara Arab yang dimaksud terkait laporan tersebut. Namun, isu mengenai kemungkinan operasi militer di Pulau Lavan memunculkan kekhawatiran baru akan meluasnya konflik bersenjata di kawasan Teluk.
Pulau Lavan selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah strategis Iran karena berdekatan dengan jalur pelayaran dan fasilitas energi. Jika konflik berkembang ke wilayah tersebut, stabilitas keamanan dan distribusi energi global dikhawatirkan ikut terdampak. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan