Longsor dan Banjir Lumpuhkan Deliserdang, 5 Nyawa Melayang

Operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban longsor di Sembahe ditemukan, sementara banjir turut memperparah kondisi lalu lintas di lokasi.

SUMATERA UTARA – Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang (Deliserdang), Sumatera Utara (Sumut) resmi ditutup setelah seluruh korban ditemukan. Bencana yang dipicu hujan deras pada Selasa 7 April 2026 malam itu menewaskan lima orang dan menyisakan satu korban selamat yang kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menyampaikan bahwa tim gabungan telah menuntaskan proses evakuasi seluruh korban dari lokasi longsor. Operasi dilakukan sejak malam kejadian dengan melibatkan berbagai unsur tim Search and Rescue (SAR).

“Operasi pencarian dan pertolongan dimulai sejak Selasa malam melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dengan fokus utama pencarian korban yang masih dinyatakan hilang,” ujarnya, Rabu (8/4), sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (08/04/2026).

Ia menjelaskan lima korban meninggal dunia masing-masing Gobal (39), Rizki Sembiring (14), Boy Simorangkir (48), Jamilah Ginting (49), dan Rosilawati Ginting (48). Sementara satu korban selamat, Sehat Br Tarigan (70), telah dievakuasi dan dirawat di rumah sakit.

“Meski kondisi medan yang berat serta akses jalan yang licin menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi, namun seluruh unsur SAR tetap berupaya maksimal hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan,” ujarnya.

Dengan tidak adanya lagi laporan korban hilang, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. Seluruh jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses evakuasi rampung.

“Seluruh jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, satu korban selamat dirawat di rumah sakit,” paparnya.

Selain longsor, hujan deras juga memicu banjir di kawasan tersebut. Air yang meluap hingga ke badan Jalan Jamin Ginting menyebabkan kemacetan panjang. Petugas memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah rawan longsor saat intensitas hujan tinggi. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com