Australia mencatat 230 kasus difteri hingga pertengahan Mei 2026 dan mendorong masyarakat segera melengkapi vaksinasi serta suntikan penguat.
CANBERRA – Otoritas kesehatan Australia mengimbau masyarakat segera melengkapi vaksinasi dan suntikan penguat (booster) setelah negara tersebut menghadapi wabah difteri terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat 230 kasus difteri dengan satu kematian dilaporkan terjadi di Kawasan Australia Utara.
Penyebaran kasus difteri paling banyak ditemukan di Kawasan Australia Utara, Australia Barat, dan Australia Selatan. Kondisi itu memicu kekhawatiran meningkatnya penularan penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan tersebut.
Para ahli kesehatan menilai vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran wabah. Masyarakat juga diminta memeriksa status imunisasi masing-masing, terutama terkait kebutuhan suntikan booster.
“Para ahli mengatakan vaksinasi tetap menjadi cara teraman dan terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit yang sangat menular ini dan mendesak masyarakat untuk memeriksa apakah mereka perlu mendapatkan suntikan penguat atau ‘booster’,” sebagaimana diberitakan Detik pada Senin (25/05/2026).
Difteri merupakan penyakit infeksi bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga kematian jika tidak segera ditangani. Lonjakan kasus di Australia menjadi perhatian karena wabah tersebut disebut sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di negara itu.
Pemerintah dan otoritas kesehatan Australia kini terus meningkatkan pengawasan serta edukasi kesehatan kepada masyarakat guna menekan potensi penularan lebih luas, khususnya di wilayah dengan angka kasus tertinggi. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan