Hujan deras dan angin kencang memicu banjir serta longsor di sejumlah wilayah Kab. Bandung, berdampak pada ribuan warga dan merusak infrastruktur.
JAWA BARAT – Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung (Kab. Bandung), Jawa Barat, setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur daerah tersebut pada Selasa 7 April 2026. Dampaknya, ribuan warga terdampak, akses jalan terganggu, hingga sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung, Wahyudin, mengungkapkan banjir terjadi di Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, serta di Jalan Tanggulun Ibun, Desa Tanggulun, Kecamatan Ibun. Sementara itu, bencana longsor tersebar di beberapa titik, di antaranya di Jalan Raya Pacet-Cibereum, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari; Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan; serta sejumlah desa di Kecamatan Pacet.
“Dampak longsor di Jalan Raya Pacet-Cibereum material longsoran menutupi sebagian bahu jalan. Adapun titik longsor dimensi panjang 25 meter, tinggi 5 meter, dan lebar 5 meter,” kata Wahyudin, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu (08/04/2026).
Selain menutup akses jalan, longsor di sejumlah wilayah juga berdampak pada permukiman warga. Di Desa Tribaktimulya, kerusakan terjadi pada jalan lingkungan dan akses desa, serta mengancam rumah warga. Di Kecamatan Pacet, khususnya di Desa Pangauban, dua unit rumah terdampak dan tiga rumah terputus akses jalannya.
“Di wilayah Kecamatan Pacet, longsor mengakibatkan dua unit rumah terdampak dan tiga rumah terputus akses jalannya di Desa Pangauban,” kata dia.
Kerusakan lebih luas tercatat di Desa Cikitu dengan tiga rumah terdampak, empat rumah terancam, serta dua kepala keluarga mengungsi. Di Desa Mandalahaji, satu rumah dilaporkan roboh dan dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa harus mengungsi. Sementara di Desa Girimulya, beberapa rumah berada dalam kondisi terancam longsor.
Di Kecamatan Majalaya, tepatnya di Kampung Balekambang, Desa Sukamaju, derasnya aliran air menyebabkan bantaran sungai tergerus sepanjang sekitar 20 meter dengan kedalaman mencapai 8 meter. Kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan lanjutan di sekitar aliran sungai.
Sementara itu, banjir yang melanda Desa Majakerta berdampak pada 406 kepala keluarga atau sekitar 1.413 jiwa di RW 01 dan RW 02 Kampung Rancabali. Genangan air juga terjadi di Jalan Tanggulun Ibun yang berdampak pada ratusan kepala keluarga di beberapa rukun warga, yakni RW 04 sebanyak 250 kepala keluarga, RW 05 sebanyak 200 kepala keluarga, dan RW 07 sebanyak 150 kepala keluarga.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang sehingga aktivitas kendaraan sempat terganggu. Hingga saat ini, upaya penanganan dan pendataan dampak bencana masih terus dilakukan oleh BPBD Kab. Bandung bersama pihak terkait. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan