Akses Sempit Hambat Pemadaman, 7 Rumah di Banjarmasin Hangus

Kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah di Banjarmasin dipicu kompor menyala, dengan akses jalan sempit menjadi kendala dalam proses pemadaman.

BANJARMASIN – Keterbatasan akses jalan di kawasan padat permukiman menjadi tantangan serius dalam penanganan kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah di Jalan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (09/04/2026) sore.

Insiden kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala saat pemilik rumah sedang memasak. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain yang mayoritas berbahan kayu, sehingga mempercepat penyebaran kebakaran di lingkungan tersebut.

Salah satu warga, Aldi, mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat dari satu rumah sebelum akhirnya meluas ke bangunan sekitar. “Apinya cepat besar, tadi itu yang punya rumah lagi masak. Kompor masih nyala lalu ditinggal,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (09/04/2026).

Puluhan armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam sebelum api berhasil dikendalikan. Warga sekitar turut membantu proses penanganan agar kebakaran tidak meluas.

“Untung apinya cepat dipadamkan, kalau tidak bisa banyak rumah ini yang terbakar,” tambah Aldi.

Di sisi lain, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin melalui Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas), Adi Harry Sucahyo, menyebutkan pihaknya turut membantu mengurai kerumunan warga demi memperlancar akses mobil pemadam yang masuk ke lokasi kejadian.

“Kami di sana membantu untuk memudahkan akses jalan para relawan kebakaran bekerja memadamkan api,” katanya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak tujuh unit rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Api yang membakar tujuh buah rumah. penyebab kebakaran diduga berasal dari kompor yang menyala dan ditinggal pergi oleh pemilik salah satu rumah yang terbakar,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan peralatan rumah tangga serta perlunya penataan lingkungan permukiman, terutama terkait akses darurat untuk meminimalisir dampak kebakaran di kawasan padat penduduk.[]

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com