Momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk mendorong perempuan memperkuat peran sebagai pengelola keuangan keluarga di tengah tantangan ekonomi.
PENAJAM PASER UTARA – Peringatan Hari Kartini setiap 21 April menjadi momentum refleksi bagi perempuan Indonesia, khususnya dalam memperkuat peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga di tengah tantangan ekonomi. Sekretaris Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Indrayani, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini tetap relevan dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga di era modern.
Menurut Indrayani, kondisi ekonomi yang fluktuatif, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta ketidakpastian global menuntut perempuan, baik sebagai ibu rumah tangga maupun pekerja, untuk mampu beradaptasi dan mengambil peran lebih dalam menjaga kesejahteraan keluarga.
“Di sinilah nilai-nilai Kartini menemukan relevansinya. Perempuan dituntut mampu beradaptasi dan mengambil peran lebih dalam menjaga kesejahteraan keluarga,” ujar Indrayani, Senin (13/04/2026).
Ia menjelaskan, literasi keuangan menjadi kebutuhan penting yang tidak dapat diabaikan. Perempuan dituntut tidak hanya cerdas secara emosional dan sosial, tetapi juga rasional dalam mengambil keputusan ekonomi, seperti mengelola pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun skala prioritas.
“Perempuan masa kini adalah Kartini modern. Mereka tidak hanya berjuang di ranah domestik, tetapi juga turut menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga. Sikap bijak dalam mengelola keuangan merupakan wujud nyata kemandirian dan kecerdasan perempuan Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan ekonomi nasional, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat, tekanan inflasi, hingga dinamika ekonomi global, perlu disikapi dengan memperkuat ketahanan ekonomi dari tingkat paling dasar, yakni keluarga.
“Ketahanan ekonomi bangsa berawal dari keluarga. Jika setiap keluarga mampu mengelola keuangannya dengan baik, maka secara agregat akan berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional. Di sinilah perempuan menjadi pilar utama,” tegasnya.
Indrayani juga mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam pengelolaan keuangan, pengembangan kewirausahaan, maupun kemampuan beradaptasi dengan transformasi ekonomi digital.
Ia menambahkan, era digital membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkontribusi dalam ekonomi keluarga melalui berbagai sektor, seperti usaha mikro, bisnis daring, hingga pengelolaan investasi sederhana, yang perlu didukung dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
“Semangat Kartini adalah semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan berdaya. Hari ini, bentuk perjuangan itu hadir dalam kemampuan perempuan menjadi manajer keuangan keluarga yang andal, sekaligus agen perubahan dalam membangun kesejahteraan,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Kartini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga serta memperkuat fondasi ekonomi bangsa. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan