Kenneth Law Diadili, Jaksa Kanada Cabut Dakwaan Pembunuhan

Kenneth Law diperkirakan mengaku bersalah atas dakwaan membantu atau mendorong bunuh diri, sementara keluarga korban kecewa karena dakwaan pembunuhan terhadapnya dicabut.

OTTAWA – Keputusan jaksa di Kanada mencabut dakwaan pembunuhan terhadap Kenneth Law, pria yang dituduh menjual zat berbahaya dan membuka forum daring untuk mendorong orang bunuh diri, memicu kekecewaan sebagian keluarga korban.

Law, 60 tahun, dijadwalkan menjalani sidang perdana di Kanada pada Jumat (29/05/2026). Ia diperkirakan mengaku bersalah atas 14 dakwaan membantu atau mendorong tindakan bunuh diri, setelah dakwaan pembunuhan terhadapnya dicabut sebagai bagian dari kesepakatan hukum.

Kasus ini menjadi perhatian internasional karena Law diduga mengelola forum daring dan memberikan panduan kepada orang-orang yang mengalami tekanan mental di berbagai negara untuk mengakhiri hidup. Ia juga diduga mengirim paket berisi zat kimia berbahaya kepada ratusan orang di puluhan negara, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat (29/05/2026).

Sebelumnya, Law ditangkap polisi Kanada pada 2023. Mantan koki itu menghadapi 14 dakwaan pembunuhan dan 14 dakwaan tambahan karena membantu atau mendorong tindakan bunuh diri. Namun, jaksa mencabut dakwaan pembunuhan dengan imbalan pengakuan bersalah Law terhadap dakwaan yang lebih ringan.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), sejumlah ahli hukum menilai membantu atau mendorong bunuh diri tetap merupakan tindak pidana serius. Law dapat dijatuhi hukuman 10 hingga 20 tahun penjara.

Meski demikian, keputusan untuk tidak melanjutkan dakwaan pembunuhan membuat sebagian keluarga korban kecewa. Salah satunya David Parfett, ayah dari Thomas, pemuda berusia 22 tahun yang meninggal pada 2021 setelah diduga menggunakan zat yang dipasok oleh Law.

Kematian Thomas tidak termasuk dalam perkara yang saat ini diproses di Kanada. Namun, kasus tersebut menjadi salah satu dari puluhan kematian di Inggris yang dilaporkan berkaitan dengan forum daring milik Law.

Sejak kematian putranya, Parfett aktif mendorong perubahan hukum dan meminta regulasi lebih ketat terhadap ruang daring yang dapat mengarahkan orang pada tindakan menyakiti diri sendiri.

“Jika (Law) tidak menawarkan instruksi rinci tentang cara mengakhiri hidup sendiri, kemungkinan besar anak saya masih ada di sini. Jadi bagi saya, ini adalah pembunuhan,” kata Parfett.

Sementara itu, Kim Prosser, ibu dari Ashtyn, yang meninggal pada Maret 2023, menyatakan akan hadir dalam persidangan. Pada sidang tersebut, Law diperkirakan mengaku bersalah karena mendorong Ashtyn sebelum peristiwa bunuh diri terjadi.

Prosser mengatakan, kehadirannya di pengadilan menjadi bagian penting dari proses pemulihan setelah tiga tahun kehilangan putranya. “Berada di pengadilan pada Jumat dan duduk di sana… ini adalah awal dari babak baru dalam proses penyembuhan,” katanya.

Prosser kini bekerja di bidang pelatihan holistik dan kesehatan mental. Ia mengaku memahami kemarahan keluarga korban lain karena Law tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas dakwaan pembunuhan, meski dirinya tidak merasakan emosi yang sama.

Salah satu persoalan hukum utama dalam perkara ini adalah apakah tindakan yang sama dapat dikategorikan sekaligus sebagai mendorong bunuh diri dan pembunuhan. Profesor hukum dari Dalhousie University, Robert Currie, mengatakan jaksa dalam kasus Law sempat menunggu kejelasan dari perkara terpisah di Mahkamah Agung Kanada.

Namun, Mahkamah Agung Kanada tidak memberikan jawaban atas persoalan tersebut. Kondisi itu membuat jaksa meragukan peluang memperoleh vonis pembunuhan terhadap Law, meski terdakwa tetap berpotensi menerima hukuman berat.

Perkara ini sekaligus membuka kembali perdebatan tentang tanggung jawab pidana dalam ruang digital, khususnya ketika forum daring digunakan untuk memengaruhi orang dalam kondisi rentan melakukan tindakan fatal. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com