Rencana China memasok radar X-band ke Iran dinilai berpotensi memperkuat pertahanan Teheran dan mengubah dinamika keamanan kawasan.
WASHINGTON DC – Dugaan rencana China untuk memasok teknologi radar canggih ke Iran dinilai berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di kawasan, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara negara-negara besar.
Analis dari Badan Intelijen Pertahanan (Defense Intelligence Agency/DIA), lembaga intelijen militer di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), mengungkapkan bahwa Beijing tengah mempertimbangkan pengiriman sistem radar X-band ke Teheran. Informasi ini disampaikan oleh sejumlah pejabat AS yang enggan disebutkan namanya karena berkaitan dengan isu keamanan nasional.
Teknologi radar X-band tersebut disebut memiliki kemampuan tinggi dalam mendeteksi dan melacak berbagai ancaman, termasuk objek berkecepatan tinggi, sehingga dinilai dapat memperkuat sistem pertahanan Iran secara signifikan.
Rencana tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan pejabat AS karena berpotensi meningkatkan kapasitas militer Iran di tengah dinamika konflik kawasan yang belum mereda. Jika terealisasi, dukungan teknologi dari China dapat memperkuat posisi Iran dalam menghadapi tekanan militer maupun diplomatik dari pihak Barat.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah China maupun Iran terkait rencana tersebut. Situasi ini masih berada pada tahap pertimbangan strategis dan menjadi perhatian serius dalam pemantauan intelijen AS.
Informasi mengenai potensi kerja sama ini mencerminkan semakin kompleksnya persaingan global, di mana teknologi pertahanan menjadi salah satu instrumen utama dalam memengaruhi keseimbangan kekuatan antarnegara, sebagaimana dilansir CBS News, Kamis (16/4/2026). []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan