CFN Samarinda Resmi Digelar, Jalan Kesuma Bangsa Ditutup Tiap Sabtu Malam

Program Car Free Night di Samarinda menghadirkan ruang publik bebas kendaraan yang disambut antusias warga sekaligus mendorong interaksi sosial dan ekonomi lokal.

SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi mengubah fungsi Jalan Kesuma Bangsa menjadi kawasan bebas kendaraan bermotor setiap Sabtu malam melalui program Car Free Night (CFN). Kebijakan yang diinisiasi Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda ini bertujuan menghadirkan ruang publik yang lebih humanis sekaligus mendorong interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Program CFN diberlakukan dengan menutup akses kendaraan bermotor di sepanjang ruas Jalan Kesuma Bangsa mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA. Selama periode tersebut, jalan dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas seperti berjalan kaki, bersantai, hingga berinteraksi tanpa gangguan lalu lintas. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian yang akan dilanjutkan dengan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi di lokasi yang sama.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadis Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyampaikan bahwa pelaksanaan perdana CFN mendapat respons positif dari masyarakat. Tingginya antusiasme terlihat dari banyaknya warga yang datang bahkan sebelum kegiatan dimulai.

“Sejak sekitar pukul 18.30 WITA, masyarakat sudah mulai berdatangan untuk melihat seperti apa Car Free Night ini. Antusiasmenya cukup tinggi,” ujar Manalu kepada awak media usai kegiatan, Sabtu (18/04/2026).

Ia menjelaskan, selama penutupan berlangsung, arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung. Kebijakan ini sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati jalan sebagai sarana aktivitas sosial yang selama ini didominasi kendaraan pribadi.

Menurut Manalu, CFN tidak hanya bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi juga mendorong perubahan pola hidup masyarakat agar lebih sehat dan aktif melalui kebiasaan berjalan kaki.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat dilatih untuk berjalan kaki dan berinteraksi satu sama lain. Jika hanya menggunakan kendaraan pribadi, interaksi sosial menjadi sangat terbatas,” jelasnya.

Selain menghadirkan ruang sosial, CFN juga memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Puluhan pelaku usaha turut ambil bagian dengan membuka lapak di sepanjang area kegiatan, menawarkan beragam produk kuliner dan kerajinan.

Dari sekitar 270 pelaku usaha yang mendaftar, Dishub Samarinda baru mengakomodasi sekitar 30 pelaku usaha pada tahap awal. Seleksi dilakukan untuk memastikan keberagaman jenis usaha yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Pendaftar cukup banyak, hampir 270 tenant. Namun, kami harus melakukan seleksi agar jenis usaha yang hadir lebih bervariasi,” kata Manalu.

Program ini direncanakan menjadi agenda rutin Pemkot Samarinda dalam upaya memperkuat interaksi sosial, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta menciptakan ruang kota yang inklusif dan ramah bagi masyarakat. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com