Banjarbaru Digegerkan Penemuan Dua Jasad Lansia dalam 48 Jam

Dua pria lanjut usia ditemukan meninggal dalam waktu berdekatan di Banjarbaru, dengan dugaan sementara akibat kondisi kesehatan tanpa indikasi kekerasan.

BANJARBARU – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru menangani dua kasus penemuan jasad pria lanjut usia dalam waktu berdekatan, yang memunculkan dugaan kematian akibat faktor kesehatan di lokasi berbeda, yakni indekos dan rumah pribadi.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banjarbaru, Pius X Febry Aceng Loda, melalui Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Banjarbaru, Kardi, membenarkan adanya dua peristiwa tersebut yang terjadi pada Sabtu 18 April 2026 dan Minggu 19 April 2026. “Benar, ada dua penemuan mayat. Pertama pada Sabtu 18 Apreil 2026 di sebuah kamar indekos, dan kedua Minggu 19 Apeil 2026 di sebuah rumah jalan Intan Sari, Sungai Besar,” ujar Kardi, Senin (20/04/2026).

Kasus pertama melibatkan pria berinisial UTC (61) yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos di Jalan Kenanga Gang 3, Kelurahan Landasan Ulin. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga mengalami serangan jantung mendadak usai melakukan aktivitas fisik. “Keterangan saksi, sebelum meninggal dunia UTC sempat mengajak dirinya berhubungan intim. Setelah mengeluarkan air mani, UTC merasa kesakitan di bagian dada dan sesak nafas,” terang Kardi sebagaimana diberitakan Detikkalimantan, Senin (20/04/2026).

Saksi kemudian mendapati korban terbaring tidak bernyawa di atas kasur setelah mengeluhkan nyeri dada dan sesak napas. Warga sekitar turut membantu proses evakuasi sebelum korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Idaman untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga menemukan sejumlah barang milik korban di lokasi, termasuk uang tunai, obat, dan pakaian.

Sementara itu, kasus kedua terjadi pada Minggu 19 April 2026 dengan korban berinisial KR (66) yang ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya di kawasan Jalan Intan Sari, Sungai Besar. Penemuan jasad bermula saat anak korban datang untuk menjenguk. “Begitu tiba di rumahnya, saksi memanggil korban. Namun tak ada jawaban, begitu masuk ternyata korban sudah tergeletak di lantai,” ungkap Kardi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Rumah dalam kondisi terkunci dari dalam, sehingga menguatkan dugaan korban meninggal dunia secara alami. “Kondisi korban juga sudah dilakukan identifikasi dan tidak ditemui tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan korban meninggal sudah dua atau tiga hari yang lalu,” bebernya.

Keterangan keluarga menyebutkan korban memiliki riwayat penyakit, seperti stroke dan hipertensi, serta sempat mengeluhkan gangguan kesehatan beberapa waktu sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi juga menemukan sejumlah obat yang telah dikonsumsi korban di lokasi kejadian.

Polres Banjarbaru menegaskan kedua kasus masih dalam penanganan untuk memastikan penyebab pasti kematian melalui proses medis. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan, mengingat tidak ada indikasi tindak kriminal maupun kehilangan barang berharga milik korban. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com