Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4,2 mengguncang Kutai Timur dan sekitarnya tanpa menimbulkan kerusakan, BMKG memastikan tidak ada aktivitas gempa susulan.
KUTAI TIMUR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,2 yang mengguncang wilayah Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), tidak berpotensi menimbulkan dampak besar meski sempat dirasakan warga hingga beberapa daerah sekitar.
Gempa terjadi pada Senin (20/04/2026) pukul 18.09 WIB dengan pusat berada di darat pada jarak 76 kilometer arah selatan Kabupaten Berau, tepatnya di koordinat 1,39 derajat Lintang Utara (LU) dan 117,55 derajat Bujur Timur (BT), serta memiliki kedalaman dangkal 10 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid menjelaskan, gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Sangkulirang yang memang dikenal aktif di wilayah Kaltim. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sangkulirang,” ujarnya, sebagaimana diberitakan KSPOSKALTIM, Senin, (20/04/2026).
Berdasarkan analisis BMKG, guncangan terkuat dirasakan di Kecamatan Karangan dengan intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan dapat menyebabkan benda pecah belah berjatuhan dan dinding rumah bergetar.
Selain itu, getaran juga dirasakan di wilayah Teluk Bayur dan Maratua, Kabupaten Berau, dengan intensitas II MMI, di mana benda ringan yang digantung terlihat bergoyang. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 18.30 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock di sekitar lokasi kejadian.
Menyikapi peristiwa ini, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. BMKG menegaskan bahwa informasi resmi terkait gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah ditetapkan untuk menghindari penyebaran hoaks.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat di wilayah rawan gempa untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan, meskipun gempa yang terjadi kali ini tidak menimbulkan dampak signifikan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan