Pemkot Palangka Raya memprioritaskan pendampingan kesehatan bagi 296 calon jemaah haji, terutama yang masuk kategori risiko tinggi.
PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya memprioritaskan layanan kesehatan bagi calon jemaah haji (CJH) tahun 2026, menyusul tingginya jumlah jemaah dengan kategori risiko kesehatan, menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Banjarmasin.
Sebanyak 296 CJH asal Kota Palangka Raya dijadwalkan berangkat dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 5, 7, dan 8. Kloter 5 dengan 192 jemaah akan diberangkatkan pada 29 April 2026, sedangkan kloter 7 dan kloter 8 yang berjumlah 104 jemaah dijadwalkan berangkat pada 2 Mei 2026.
Wakil Wali Kota (Wawali) Palangka Raya Achmad Zaini menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran ibadah para jemaah, sebagaimana diwartakan Media Center, Rabu (23/04/2026).
“Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 33 jemaah lanjut usia (lansia) serta delapan orang yang menggunakan kursi roda,” sebut Zaini.
Ia menjelaskan, dari total CJH tersebut, sebanyak 50 jemaah masuk kategori risiko kesehatan berat, sementara 24 jemaah lainnya tergolong risiko sedang. Kondisi ini menuntut adanya pengawasan dan pendampingan intensif, terutama bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Palangka Raya akan memberikan pendampingan khusus selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Dinas Kesehatan akan melakukan pendampingan dan pemantauan secara intensif bagi jemaah dengan risiko kesehatan, sehingga mereka tetap mendapatkan pelayanan yang optimal selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji,” jelasnya.
Selain aspek kesehatan, pemerintah juga memastikan kesiapan administrasi dan teknis keberangkatan berjalan sesuai jadwal. Rentang usia jemaah yang cukup beragam, mulai dari 16 tahun hingga 86 tahun, menjadi salah satu faktor yang memperkuat pentingnya kesiapan layanan kesehatan secara menyeluruh.
Wawali berharap, dengan persiapan yang matang dan dukungan lintas sektor, seluruh CJH asal Palangka Raya dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan selamat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan