Peningkatan kunjungan mendorong pengembangan PPI Manggar Balikpapan dengan fokus infrastruktur, wisata kuliner, dan peningkatan PAD.
BALIKPAPAN – Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Manggar di Balikpapan akan dikembangkan menyusul meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat, dengan fokus pada perluasan area parkir, penataan pintu masuk, serta pembangunan fasilitas pendukung untuk meningkatkan pelayanan dan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Manggar Baru, Jen Mohamad, mengatakan pengembangan kawasan menjadi kebutuhan mendesak karena keterbatasan fasilitas yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung lonjakan pengunjung.
“Memang saat ini area masuk ke PPI ini masih sempit, terutama untuk parkiran. Dengan kunjungan yang terus meningkat, ini harus segera kita benahi,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan proposal pengembangan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan infrastruktur.
Menurut Jen, pengembangan kawasan tidak hanya mencakup penataan parkir, tetapi juga pembangunan fasilitas pendukung seperti kios atau rumah toko (ruko) bagi masyarakat yang memiliki keterampilan mengolah hasil laut.
“Kalau sudah tertata dengan baik, kita bisa gunakan sistem e-toll supaya lebih tertib dan ada pemasukan,” katanya.
Namun, seluruh rencana tersebut masih menunggu kajian dan persetujuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. “Saya sudah buat proposal dan siap mempresentasikan. Tinggal menunggu kajian dari pemerintah,” tambahnya.
Selain penguatan sektor penangkapan ikan, pengembangan kawasan juga diarahkan pada pengolahan hasil laut dan pengembangan wisata kuliner dengan konsep from sea to table atau “dari laut langsung ke meja makan”.
“Saya ingin bukan hanya penangkapan ikan saja, tapi juga pengolahannya. Nanti masyarakat sekitar bisa diberdayakan untuk berjualan di sini. Kita juga akan ciptakan wisata kuliner, jadi pengunjung bisa langsung menikmati hasil olahan yang segar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pedagang akan ditempatkan di area bawah, sementara fasilitas tempat makan disiapkan secara terpisah agar pengunjung dapat menikmati hidangan dengan pemandangan laut. Jen juga mengungkapkan tren kunjungan ke PPI Manggar terus meningkat, terutama pada akhir pekan, didorong oleh persepsi masyarakat bahwa harga ikan di lokasi tersebut lebih terjangkau.
“Sekarang orang banyak ke sini karena menganggap harga ikan lebih murah. Sabtu-Minggu tingkat kunjungan sangat tinggi,” katanya.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan, pihaknya menekankan tiga aspek utama, yakni kualitas ikan, harga yang kompetitif, serta kejujuran dalam penimbangan. “Yang pertama kualitas ikan harus bagus, kedua harga harus bersaing, dan ketiga timbangan jangan dimainkan. Kalau perlu kita kasih lebih supaya orang senang datang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelayanan di PPI Manggar berlangsung hampir 24 jam mengikuti aktivitas nelayan. “Pelayanan kami di sini hampir 24 jam. Nelayan datang tidak kenal waktu, jadi kami juga harus siap kapan saja,” ujarnya.
Ke depan, peningkatan PAD menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pengelolaan kawasan tersebut. “Indikator keberhasilan saya salah satunya adalah peningkatan PAD,” pungkasnya. []
Penulis: Irwanto S | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan