BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Ketua RT Kejar Target UCJ Balikpapan Timur

BPJS Ketenagakerjaan menggandeng ketua RT dan Kejaksaan Negeri Balikpapan untuk mempercepat peningkatan kepesertaan jaminan sosial pekerja informal di Balikpapan Timur.

BALIKPAPAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan menggelar kegiatan optimalisasi peningkatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) sekaligus literasi hukum bersama para ketua rukun tetangga (RT) se-Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Balikpapan Timur ini bertujuan memperluas cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). Ketua RT dinilai memiliki peran strategis sebagai ujung tombak sosialisasi program di tingkat masyarakat.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Balikpapan, M. Hasbi Asshiddiqqi, mengatakan fokus utama kegiatan tersebut adalah meningkatkan kepesertaan dari sektor informal, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini belum banyak terjangkau.

Ia berharap para ketua RT dapat aktif menyampaikan manfaat program kepada warga di lingkungan masing-masing. “Saya mohon dukungan Bapak-Ibu semua untuk menyampaikan program ini kepada masyarakat. Karena ini adalah program negara yang sangat bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Hasbi, program BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja, mulai dari risiko kecelakaan kerja hingga meninggal dunia. “Jika peserta meninggal dunia, biaya pemakaman hingga santunan bagi keluarga yang ditinggalkan akan kami tanggung,” katanya.

Selain itu, apabila terjadi kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan hingga perawatan di rumah sakit ditanggung hingga pekerja dinyatakan sembuh. Ia menambahkan iuran program tersebut relatif terjangkau, yakni sekitar Rp16.800 per bulan, dengan manfaat perlindungan yang dinilai besar.

Lebih lanjut, Hasbi mengungkapkan capaian UCJ di Balikpapan Timur saat ini baru mencapai 34 persen, masih jauh dari target 82,39 persen. “Artinya masih banyak pekerja yang belum terdaftar, terutama di tingkat kecamatan hingga RT,” ujarnya.

Untuk itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempercepat peningkatan kepesertaan dengan melibatkan langsung para ketua RT sebagai perpanjangan tangan sosialisasi.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng Kejaksaan Negeri Balikpapan guna memperkuat literasi hukum serta mendorong kepatuhan terhadap program jaminan sosial sebagai bagian dari kebijakan negara.

Hasbi menargetkan peningkatan signifikan dalam waktu dekat. “Dari 34 persen, kami berharap dalam waktu satu bulan bisa meningkat hingga 50 persen,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Balikpapan Timur turut membagikan pengalamannya setelah menerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan usai suaminya meninggal dunia pada Desember 2025. Ia mengaku proses klaim berjalan cepat dan mudah. “Saya ajukan klaim tanggal 5 Maret, dan tanggal 9 Maret sudah cair,” ujarnya.

Dari program tersebut, ia menerima santunan kematian, manfaat berkala, serta beasiswa pendidikan untuk kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi modal usaha.

“Kalau disuruh memilih, tentu saya tidak mau mengalami ini. Tapi dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, setidaknya kami sangat terbantu,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pentingnya jaminan sosial. “Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Ini sangat membantu keluarga yang ditinggalkan,” tutupnya. []

Penulis: Irwanto. S | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com