BRIN mengembangkan riset perkeretaapian secara terintegrasi untuk memperkuat sistem transportasi nasional dari sisi teknologi, sosial, dan lingkungan.
JAKARTA – Penguatan sistem transportasi berbasis rel di Indonesia kini memasuki tahap riset terintegrasi dengan pendekatan lintas disiplin, menyusul langkah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengembangkan teknologi perkeretaapian tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga sosial, kelembagaan, dan lingkungan.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan kompleks sistem perkeretaapian nasional sekaligus mendorong peningkatan kinerja transportasi dan pertumbuhan kawasan berbasis rel. Riset ini mencakup sarana, prasarana, hingga tata kelola operasional yang dinilai saling berkaitan dalam mendukung efektivitas layanan transportasi publik.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjelaskan, pendekatan riset dilakukan secara komprehensif melalui tiga fokus utama yang saling melengkapi.
“Paling tidak, ada tiga penelitian yang ada, yang pertama adalah penelitian aspek sosial kelembagaan, kemudian kedua penelitian penumpang, dan yang ketiga berkaitan dengan lingkungan,” kata Arif dalam keterangan yang dikutip Jumat (24/4), sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Jumat (24/04/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Arif dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional yang digelar di Stasiun Tanah Abang Baru, Rabu (22/4). Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor perkeretaapian tidak dapat hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga harus memperhatikan struktur kelembagaan dan pola operasional yang efektif.
Dalam aspek sarana, BRIN juga mendorong peningkatan kemampuan rekayasa nasional, khususnya pada pengembangan mesin dan gerbong kereta. Upaya ini ditujukan untuk mempercepat proses alih teknologi agar Indonesia memiliki kemandirian dalam industri perkeretaapian.
Pendekatan riset terintegrasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi penguatan transportasi massal berbasis rel yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat di masa mendatang. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan