Peringatan Hari Kartini di Kukar diisi tausiyah yang menekankan pentingnya perempuan tangguh dengan fondasi keimanan.
KUTAI KARTANEGARA – Peringatan Hari Kartini di Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung berbeda dengan pendekatan spiritual yang menyentuh, melalui kegiatan tausiyah bertajuk “Perempuan Tangguh, Beriman, dan Berdaya” yang digelar di Gedung Putri Karang Melenu, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini diinisiasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fatlon Nisa, dengan menghadirkan pendakwah Hanan Attaki sebagai pembicara utama.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan perempuan dari berbagai kalangan di Kukar yang mengikuti tausiyah dengan suasana khidmat. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman bahwa peran perempuan tidak hanya dalam aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga harus berlandaskan nilai keimanan.
Fatlon Nisa menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus menghadirkan makna yang relevan bagi perempuan masa kini.
“Ini bukan sekadar pengajian biasa. Perempuan Kukar harus bangkit. Daerah kita adalah tanah raja-raja, tanah tambang yang keras. Tanpa benteng iman, kita mudah rapuh,” tegas Fatlon Nisa.
Dalam tausiyahnya, Hanan Attaki menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan sebagai karakter perempuan. Ia menekankan bahwa perempuan tidak harus meninggalkan kodratnya untuk menjadi kuat dan berdaya.
“Kartini tidak perlu berubah menjadi lelaki untuk berdaya,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri Wakil Ketua III DPRD Kukar Ani Faridah, anggota DPRD Kukar Masniyah dan Madinah, serta sejumlah undangan lainnya yang turut larut dalam suasana kebersamaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Menurut Fatlon Nisa, pendekatan spiritual yang dihadirkan dalam peringatan Hari Kartini kali ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi perempuan Kukar, khususnya dalam membangun ketahanan diri di tengah dinamika sosial dan tantangan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, perempuan di Kukar diharapkan tidak hanya mengejar kesetaraan, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang tangguh, beriman, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan