Pemudi Asal Paser Borong 3 Juara Internasional Lewat Inovasi Biofuel X

Alfi Rahma, satu-satunya delegasi Kaltim, meraih tiga penghargaan internasional melalui inovasi biofuel berbasis limbah rumah tangga.

PASER – Pemudi asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), Alfi Rahma, menorehkan prestasi internasional dengan meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang International Youth Exercise Network (IEN) yang digelar di Malaysia pada 21–24 April 2026. Alfi berhasil meraih Juara Pertama Best Project, Best Speaker, dan Best Presentation melalui inovasi bertajuk “Biofuel X”.

Keberhasilan tersebut menjadikan Alfi sebagai satu-satunya delegasi dari Kaltim di antara 28 peserta yang lolos ke tingkat internasional, bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua, Jakarta, Surabaya, dan Malang.

“Alhamdulillah dalam ajang yang di gelar di Malaysia, setelah melalui proses yang panjang, saya berhasil memperoleh penghargaan sebagai best project, best speaker dan best presentation”, ungkap Alfi saat dihubungi via telpon, Senin (27/04/2026).

Alfi menjelaskan, inovasi yang diusungnya berangkat dari gagasan “Zero Smoke, Zero Waste” yang menitikberatkan pada kepedulian terhadap lingkungan. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan menjadi proyek “Biofuel X” sebagai solusi alternatif bahan bakar berbasis limbah rumah tangga.

“Jadi Biofuel X ini adalah bahan bakar yang diolah dari limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, melalui proses daur ulang. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif bahan bakar yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama dibandingkan dengan harga BBM subsidi dan non-subsidi yang saat ini tengah melonjak”, imbuhnya.

Ia mengungkapkan, proses menuju ajang internasional tidaklah mudah. Alfi harus melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari pengajuan ide, penyusunan konsep inovasi, hingga pengumpulan data pendukung.

“Prosesnya cukup panjang, sebelum presentasi ke Malaysia, saya harus melakukan observasi, pengamatan, hingga pengumpulan data terkait projek yang saya usung”, jelasnya.

Selama mengikuti kegiatan di Malaysia, Alfi juga aktif berdiskusi dan bertukar gagasan dengan delegasi lain serta mentor dari Jakarta yang bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI).

Menurutnya, pengalaman pertama tampil di forum internasional tidak menjadi hambatan, melainkan menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berani keluar dari zona nyaman.

Ke depan, Alfi berencana mengembangkan proyek “Biofuel X” agar dapat direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Paser. Program tersebut akan diperkenalkan melalui edukasi kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat luas.

“Saya sangat yakin projek tersebut sangat berdampak untuk masyarakat Paser. Saya akan memanfaatkan ruang digital dan peran saya sebagai konten kreator untuk menyebarluaskan informasi terkait program tersebut”, tambahnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berani memanfaatkan peluang dan berkontribusi dalam membawa perubahan. “Kalau bukan pemuda siapa lagi, ya kan? Kalau bukan sekarang kapan lagi?” pungkasnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda di Paser untuk terus berinovasi dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com