YOGYAKARTA – Kepolisian mengungkap skema tarif penitipan anak di Daycare Little Aresha yang kini tengah disorot setelah kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak mencuat ke publik.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta, Riski Adrian, menjelaskan bahwa tempat penitipan tersebut mematok biaya antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per anak setiap bulan, bergantung pada jenis layanan yang dipilih orang tua.
“(Paketnya) ada yang full tujuh hari, ada yang cuma sampai Sabtu, ada yang cuma sampai Jumat, ada yang dari jam tujuh (pagi) sampai jam dua belas (siang), ada yang dari jam tujuh sampai jam lima (sore), itu semua ada paket-paketnya gitu,” urai Adrian, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin (27/04/2026).
Menurutnya, variasi tarif tersebut disesuaikan dengan durasi dan hari penitipan, mulai dari layanan harian hingga mingguan dengan jam operasional berbeda.
Pengungkapan tarif ini menjadi bagian dari penyelidikan polisi setelah lokasi daycare tersebut digerebek menyusul viralnya dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap anak yang dititipkan di sana.
Kasus ini memicu perhatian publik terhadap standar layanan dan pengawasan tempat penitipan anak, terutama terkait keamanan dan kesejahteraan anak selama berada di fasilitas tersebut.
Polresta Yogyakarta terus mendalami kasus ini guna memastikan adanya pelanggaran hukum sekaligus mendorong peningkatan pengawasan terhadap layanan penitipan anak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.[]
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan